Denpasar – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali menggelar aksi pelepasliaran satwa penyu di Pantai Sindu, Denpasar, Sabtu (10/6/23).

Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa menjelaskan, kegiatan pelepasan penyu ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) dan menyongsong hari Bhayangkara yang ke-77.

“64 ekor yang dilepaskan merupakan barang bukti hasil pengungkapan kasus tindak pidana oleh jajaran Polda Bali dan hasil pembesaran dari kelompok binaan BKSDA Bali,” ungkapnya.

Adapun jenis penyu yang dilepas yakni: 20 ekor penyu lekang, tiga ekor penyu sisik dan 41 ekor penyu hijau.

“Telah dilakukan rehabilitasi dan pemeriksaan. Sehingga kita meyakini bahwa penyu tersebut dalam keadaan sehat dan layak untuk dilepasliarkan,” imbuh Agus.

Baca Juga  Puluhan Warga Ikuti Skrining TBC Serangkaian Hari Bhayangkara ke-79

Senada dengan hal itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong menyebutkan, pelestarian penyu penting dilakukan demi keberlanjutan ekosistem.

“Kelestarian terhadap penyu menjadi salah satu prioritas pemerintah. Mengingat, penyu merupakan duta besar dunia. Sehingga, perlindungan (penyu, red) di Suatu negara menjadi sebuah kewajiban,” tutupnya.