Siswa ‘Titipan Jalur Belakang’ Turunkan Kualitas SDM Bali
Denpasar – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan agenda tahunan yang difasilitasi pemerintah untuk penerimaan murid di setiap jenjang sekolah.
Kendati sejumlah jalur seleksi telah dibakukan, tak menutup kemungkinan isu terkait siswa ‘titipan’ melenggang melalui ‘jalur belakang’ terus bergulir menjelang PPDB di setiap tahunnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Pendidikan Anak Agung Gede Agung Aryawan menyebutkan, seleksi PPDB masih berpotensi ditunggangi beragam kecurangan.
“Masih ada praktik jalur belakang titipan tanpa seleksi. Kecurangan seleksi PPDB ini jadi masalah dalam dunia pendidikan,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (14/6/23).
Menurutnya, keberadaan jalur belakang dalam PPDB ini dapat menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). “Hanya dengan menghentikan jalur belakang titipan oknum, kualitas pendidikan di Bali bisa kembali baik,” imbuhnya.
Selain itu, Agung Aryawan menambahkan, kecurangan pada PPDB telah menimbulkan kesenjangan kuota bagi jumlah siswa di sekolah negeri dan swasta.
“Sekolah negeri kelebihan siswa padahal kuota yang diumumkan 280-an tapi faktanya sampai 500-an lebih saat wisuda. Jadi ada siswa ‘siluman’ 100 persen atau menjadi dua kali lipat,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPP Partai Perindo Denpasar ini menambahkan, fenomena jalur belakang saat PPDB dapat dijadikan sebagai refleksi terhadap kualitas tenaga pendidik yang ada.
“Mental dan moral tenaga pendidik di Bali ini perlu dipertanyakan, mestinya netral tapi malah ikutan berpolitik. Itu pasti akan cepat kena karmaphala (hukum terkait hasil perbuatan dalam kepercayaan Hindu, red) malulah jika setiap enam bulan sekali ada upacara agama Hari Saraswati kalau masih berbuat curang,” tutupnya.
Reporter: Komang Ari
Editor: Ady Irawan

Tinggalkan Balasan