Pascabanjir Pengambengan: Masalah Kesehatan Menghantui, 3 Ton Sampah Diangkut Polisi
Jembrana – Banjir di Kabupaten Jembrana masih merendam ribuan rumah warga, tepatnya di Desa Pengambengan Kecamatan Negara. Hingga hari ini sekitar 10 persen daerah tersebut masih terendam.
Upaya menurunkan debit air terus dilakukan warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana menggunakan dua mesin penyedot air dan dibantu warga pembersihan drainase.
“Selain membangun posko pengungsian di halaman kantor Desa Pengambengan, sekarang kita siaga dua mesin pompa air untuk penanganan air. Sementara masih bekerja terus hingga airnya benar-benar surut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, Putu Agus Artana, Kamis (13/3/2023).
Selain itu, penanganan genangan air, kesehatan warga terdampak juga menjadi perhatian. Pasalnya, pascabanjir melanda, masalah kesehatan, seperti demam berdarah (DBD) dan penyakit kulit mulai mengancam warga.
“Yang jadi perhatian serius kami adalah demam berdarah pada situasi pasca banjir ini. Namun, kami tetap pantau warga yang terdampak banjir,” kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gede Ambara Putra dikonfirmasi terpisah.
Polres Jembrana Bersama Warga Angkut 3 Ton Lebih Sampah
Banjir juga menyisakan ber ton-ton sampah organik maupun plastik yang dapat menyumbat drainase, untuk itu Polres Jembrana bersama siswa sekolah dasar di sekitar areal terdampak serta pihak terkait melakukan pembersihan.
Sebanyak 3 ton lebih sampah berhasil dibersihkan dan langsung di bawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Peh.
“Kita bersama masyarakat, serta Dinas Lingkungan Hidup bahu membahu membersihkan areal terdampak ini mulai dari lingkungan pemukiman hingga saluran drainasenya,” kata Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana di waktu yang sama usai kegiatan.
Perwira mantan Koorspripim Kapolda Bali ini, berharap kegiatan Gotong-royong pembersihan, tidak hanya dilakukan hari ini saja, namun bisa dilaksanakan secara.
“Kami harap kegiatan ini bisa rutin, supaya terhindar dari ancaman penyakit pascabanjir,” harapnya.
Lanjut, Perbekel Desa Pengambengan, Kamaruzzaman menjelaskan jika di daerahnya ada empat titik terparah akibat banjir ini.
“Ada sekitar empat titik (genangan) di daerah kami, kebanyakan saluran air tersendat karena tersumbat sampah plastik jadi air susah keluar, tapi hari ini kita bersama kepolisian dibantu warga, anak sekolah dan pihak terkait melakukan pembersihan di areal terdampak seperti halaman pura segara dan sirkuit all in one,” katanya.
Reporter: Yusuf Mudatsir
Editor: Ady Irawan

Tinggalkan Balasan