Jembrana – Rabies menjangkiti hewan selain anjing di Kabupaten Jembrana, termasuk satu sapi di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Kejadian ini terjadi pada Kamis (13/7/2023) lalu.

Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa, mengungkapkan adanya laporan dari warga mengenai sapi yang mengalami perubahan perilaku dan menolak makan. Tim kecamatan pun turun untuk pemeriksaan.

“Setelah mendapatkan laporan, kita bergegas mengambil sample (contoh) otak selanjutnya kita kirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar,” jelasnya saat dihubungi wacanabali.com Selasa (18/7/23).

Pada 11 Juli 2023, setelah pemeriksaan dilakukan, sapi tersebut menunjukkan gejala rabies dengan keluarnya air liur yang berlebihan. Pemilik sapi diimbau untuk mengawasinya selama 14 hari.

Baca Juga  Lolos DPRD Badung, Sika Rencana "Bagi Daging Babi Galungan"

Namun, sapi tersebut kemudian mati mendadak. Dilakukan pengambilan sample yang menunjukkan hasil positif rabies pada tanggal 13 Juli 2023.

Pihaknya lantas membentuk tim untuk menelusuri musabab kejadian ini, pasalnya belum jelas kapan dan di mana sapi tersebut tergigit.

“Tidak terkonfirmasi kapan sapi pernah digigit, namun secara teori penularan pasti ada kontak dengan hewan penular,” terangnya.

Sebagai pencegahan pihaknya memvaksin pemilik sapi yang sempat memeriksa mulutnya dan terkena air liur, dan terus akan kita pantau perkembangannya.

Widarsa menyarankan agar daging sapi yang terpapar rabies tidak dikonsumsi karena belum ada penjelasan ilmiah mengenai hal tersebut.

“Meskipun daging tersebut nantinya dimasak, namun yang kita takutkan saat penyembelihan, jika darah hewan terpapar ke penjagal, nanti kena juga,” tandasnya

Baca Juga  Anjing Liar Mengamuk, Gigit Empat Warga Penyaringan

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana untuk tahun 2023 mencatat 52 kasus positif rabies, terdiri dari 50 ekor anjing dan 2 ekor sapi.

“Sebagai pencegahan kita lakukan sosialisasi terkait Rabies kepada masyarakat dan kita akan cari kronologi kejadian supaya ini dapat kita petakan,” tutupnya.

Reporter: Yusuf Mudatsir

Editor: Ngurah Dibia