Sanur Masih Macet, Kadishub Bali: Kita Bereskan Secepatnya
Denpasar – Kepala Dinas (Kadis) perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan kemacetan di seputaran jalan By Pass Ngurah Rai Sanur akan dibenahi dengan melakukan komunikasi kepada penyedia jasa angkutan.
“Kita sudah melakukan komunikasi kepada jasa angkutan untuk memulai pemindahan titik drop off (menurunkan penumpang) serta titik menjemput penumpang,” ujarnya saat di Art Center Denpasar, Rabu (23/8/23).
Lebih lanjut dirinya menyatakan pihaknya dan instansi terkait sedang mempersiapkan lahan parkir untuk mengurai kemacetan.
“Parkir sedang disiapkan satu bagian sudah siap, sebagian lainya masih belum karena pemilik tanah masih berdiskusi dengan keluarganya,” tambahnya.
Dirinya menambahkan target penguraian kemacetan di Sanur akan selesai secepatnya. “Kami berusaha secepatnya dan sebisa kami, karena bergantung kepada pihak lain juga,” tegasnya.
Untuk saat ini sudah ada beberapa kantong parkir disediakan guna meminimalisir kemacetan yang dihasilkan karena kurangnya lahan parkir.
“Untuk kantong parkir sudah tersedia di sebelah utara di jalan masuk Padang Galak dan di Matahari Terbit,” pungkasnya.
Sementara itu Direktur Baga Usaha Padruwen (BUPDA) Desa Adat Sanur, Ida Bagus Made Adnyana menyampaikan kemacetan di sekitar dermaga penyeberangan Sanur karena kurangnya kantong parkir.
“Kita kekurangan kantong parkir karena volume tamu setiap harinya mencapai 3000 sampai 4000 kendaraan perhari, sehingga kantong parkir di sekitar pantai matahari terbit tidak mencukupi,” ucapnya di Denpasar, Sabtu ( 25/6/23).
Dijelaskan sebelumnya kantong parkir di pantai matahari terbit bisa menampung volume kendaraan karena meminjam lahan di sekitaran pantai untuk dijadikan lahan parkir.
“Dulu di sebelah utara ada lahan milik PT Alam Sutra sebesar 8 hektar, tanah milik satrian grup serta tanah milik hotel Bali beach disitu dimanfaatkan sebagai lahan parkir, tetapi sekarang tanah tersebut sudah ditutup sehingga kami tidak enak jika memakainya, jadi kami manfaatkan lahan yang ada,” tambahnya.
Setelah covid volume penyeberangan wisatawan baik lokal maupun asing, berbondong-bondong untuk melakukan penyebrangan lewat Dermaga Sanur.
“Setelah dermaga selesai dibangun volume penyeberangan di dermaga Sanur membludak sehingga kekurangan lahan parkir ini membuat antrian mobil membludak,” tutupnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya salah satu pedagang di pantai sanur menyebutkan bahwa dulu omsetnya bisa mencapai 1,5 juta sehari sedangkan sekarang menurun.
“Dulu saya dapat 1.5 juta sehari sekarang jangankan dapat segitu paling banyak dapatnya hanya 900 ribu bisa-bisa dapat dibawah itu,” ucap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut pedagang tersebut menginginkan solusi kedepannya agar pedagang dicarikan solusi bersama.
“Sekarang omset menurun sampai ada beberapa warung yang tutup, saya berharap kedepannya bisa kembali seperti semula agar pendapatan kami kembali seperti dulu,” tandasnya.
Reporter: Dewa Fathur
Editor: Ady Irawan

Tinggalkan Balasan