Marak Kampanye Berbau Agama, Guswah: Tak Etis!
Denpasar – Ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) kota Denpasar I Gusti Putu Mahardika, menyatakan politisi yang melakukan kampanye berbau agama sebagai tindakan tidak etis.
“Saya rasa itu tidak etis (Kampanye berbau agama, red) akan ada nilai adiluhung yang hilang di sana jika dicampur adukan dengan kepentingan politik,” ujarnya kepada wacanabali.com, Kamis (7/9/23).
Lebih lanjut, Guswah sapaan akrabnya, menyatakan menentang para politikus yang menjual unsur agama untuk kepentingan pribadinya.
“Apalagi kampanye membawa unsur agama, menjual unsur agama demi kepentingan kelompok sudah jelas kita semua menentang hal tersebut,” imbuhnya.
Dirinya menginginkan agar para politisi memberikan edukasi politik serta mampu memproyeksikan langkah konkrit apa yang akan dilakukan untuk membawa Bali kedepannya.
“Sebagai insan muda, harapan kita kurang lebih sama, yakni Politisi – Politisi yang hadir sebagai calon eksekutif, maupun legislatif nantinya saya berharap lebih mengedepankan Ide serta Gagasan dalam berkampanye,” tutupnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Nyoman Kenak soroti politisi bawakan narasi terkait agama, adat dan budaya saat kampanye politik menuju pemilihan umum tahun 2024.
Meski menarik simpati publik, menurutnya, hal tersebut juga dapat berimbas pada potensi mencederai keyakinan umat Hindu.
“Kita pantau bersama, di sosmed narasi tentang agama, adat dan budaya Bali menjadi konten yang vulgar. Ini harus diwaspadai karena tergolong sebagai ‘pingit akena’ atau privasi dan keyakinan,” sentilnya saat diwawancarai wacanabali.com di Denpasar, Selasa (5/9/23).
Reporter: Dewa Fathur
Editor: Ady Irawan

Tinggalkan Balasan