Denpasar – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali I Made Rentin sampaikan mitigasi risiko bencana terhadap pelaksanaan Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada Rabu (14/2/24).

Pihaknya menyebutkan, berdasarkan peringatan dini cuaca dan iklim provinsi Bali periode dasarian 1 Februari 2024 BBMKG Wilayah III terdapat peluang curah hujan tinggi berkisar antara 10 hingga 40 persen.

Sehingga, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, angin kencang dan longsor menjadi hal yang harus diwaspadai jelang pelaksanaan pemilu tahun ini.

“Dampak kejadian bencana dapat mempengaruhi hasil pemilu seperti rusaknya daftar pemilih, mengganggu infrastruktur pendukung, menghambat distribusi kotak suara hingga pemindahan lokasi TPS,” sebutnya, Jumat (9/2/24).

Baca Juga  Hadapi Climate Change, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Terakhir, dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap setiap potensi bencana.

Reporter: Komang Ari