Denpasar – Pengamat politik Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), I Nyoman Subanda menilai Wali Kota Denpasar Jaya Negara bersama wakilnya merupakan tipe pemimpin yang masih dibutuhkan masyarakat kota Denpasar.

“Saya kira tipe pemimpin yang merakyat, yang tidak terlalu ekstrim dan mampu merangkul semua kalangan, paket (Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa) masih bagus dan relevan untuk memimpin Kota Denpasar,” kata I Nyoman Subanda kepada wacanabali.com pada Rabu (27/3/24).

Meski begitu, Dekan Fisip Undiknas itu menyebut kepemimpinan Jaya Negara juga masih ada kelemahannya. Dirinya menyarankan agar lebih tegas.

“Ada gak kelemahan, pasti ada. Memang beliau ini perlu tegas lagi. Karena ada beberapa tertib sosial yang disebabkan oleh masyarakat pendatang, bisa juga karena adat, artinya faktor eksternal maupun internal,” sebutnya

Baca Juga  Keputusan MK Izinkan Kampanye di Kampus Disambut Positif

Mengapa demikian, Subanda melihat tipologi masyarakat Kota Denpasar yang heterogen dan multikultural. Selain itu, kota dengan julukan “Parijs Van Bally” mesti dipimpin oleh orang yang mampu menjadi pengintegrasi antar semua golongan maupun kalangan.

“Denpasar itu kan merupakan kota yang mempunyai banyak status; Kota metropolis, selain itu masyarakatnya heterogen, multikultural dan selalu berkembangan serta menjadi sasaran semua kalangan untuk kepentingan bisnis, study dan banyak hal,” jelasnya

Subanda menyebut kota yang menyandang banyak status itu juga dipengaruhi banyak permasalahan.

“Dari banyak status itu; dari kota pelajar, kota metropolis, kota bisnis, maka kota Denpasar itu menjadi magnet bagi banyak orang untuk datang ke Denpasar,” ungkapnya

Baca Juga  Jelang Pilpres, Indonesia Butuh Pemimpin Seperti ini

“Terus apa dampaknya? Dampaknya adalah problematika sosial yang semakin banyak. Kerawanan sosial, sampah, kemacetan dan berbagai problem-problem lain yang bisa disebabkan oleh manusia. Artinya pemimpin itu harus mampu menangani permasalahan kota metroopolis itu. Karena itu, tipe pemimpinnya tidak bisa berwawasan standar. Pemimpinya harus berwawasan lebih,” terangnya

Kendati demikian, pengamat politik Undiknas itu juga melihat ada kandidat lain untuk kota Denpasar. Namun, dirinya tidak begitu yakin para kandidat itu siap memimpin kota Denpasar.

“Ada gak kandidat lain, saya kira banyak. Misalnya De Gadjah dan beberapa kader partai Golkar. Tapi saya tidak yakin kandidat-kandidat itu sudah menyiapkan diri, karena mereka semua baru terpilih sebagai anggota legislatif. Dan kalaupun mereka siap, mereka melawan incumbent yang relatif kuat,” tandasnya.

Baca Juga  Pengamat Sebut Selain PDIP Belum ada Partai Punya Calon Ideal di Pilgub Bali

Reporter: Yulius N