Denpasar – Aliansi Rakyat Bali yang terdiri dari Federasi Serikat Pekerja Buruh, organisasi para pekerja dan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Bali. Pada momentum hari buruh itu, mereka menuntut status karyawan kontrak pada sektor pariwisata dihapus.

“Yang kami inginkan itu sebenarnya hapus sistem kerja kontrak. Kami ingin mereka (para pekerja) statusnya jadi pekerja permanen (karyawan tetap),” kata Sekretaris Regional Serikat Pekerja Mandiri Bali Made Rai Budi Darsana di sela aksi demo, Rabu (1/5/2024).

Lebih lanjut, kata dia, akan berdampak pada kelangsungan karier dan kesejahteraan para pekerja. Menurutnya, pariwisata adalah sektor perekonomian vital di Bali.

“Itulah kenapa tema kami hari ini pariwisata berkelanjutan. Jadi, harus ada pekerjaan yang berkelanjutan. Karena mereka (para pekerja kontrak) rentan PHK,” kata Budi.

Baca Juga  Merasa Tidak Diperhatikan, ABK Unjuk Rasa Tuntut Haknya

Kendati demikian, Budi Darsana tidak menyebut berapa jumlah pekerja sektor wisata di Bali yang statusnya masih kontrak atau outsourcing. Dirinua hanya menyebut mayoritas pegawai di bidang perhotelan, spa, dan restaurant masih banyak yang berstatus kontrak.

Selain menuntut penghapusan status kontrak, para buruh juga menyampaikan tuntutan antara lain kenaikan upah buruh, penindakan kepada pekerja asing ilegal, dan pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan untuk buruh.

Massa aksi berjalan kaki dari parkir sisi timur Lapangan Puputan Renon ke kantor Gubernur Bali. Massa buruh dan mahasiswa berorasi bergantian di depan kantor Gubernur Bali.

Reporter: Yulius N