Denpasar – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Primakara Denpasar mendorong pembangunan kawasan digital di Bali. Upaya tersebut dinilai mampu menciptakan poros baru pertumbuhan ekonomi, dengan mengawinkan Art, Culture dengan teknologi.

“Yang kami perjuangkan di primakara adalah sebetulnya harus ada satu kawasan digital di Bali. Agar potensi digitalnya termanfaatkan dengan baik. Kalau nggak sayang. Di sisi lain kan kita di bali ini sedang mencari industri lain seperti apa yang bisa dikembangkan untuk mendampingi pariwisata. Salah satunya ialah industru digital,” kata Founder dan rektor Universitas Primakara I Made Artana, S.Kom., M.M

Rektor STIMI Primakara itu kemudian membeberkan, Kesenian dan Kebudayaan Bali jika dikawinkan dengan teknologi bisa menjadi produk yang dinikmati oleh masyarakat global.

Baca Juga  Alih Fungsi Lahan Karena Ekspansi Pariwisata, Koster: Kedepan Kita Akan Tata Ulang

“Yang di angkat di pandora entertaiment ini yaitu tadi ya kekuatan kita di Bali ialah art and culture harus kita kawinkan dengan teknologi. Art dan culture ini jika kita kawinkan dengan teknologi mudah-mudahan akan menjadi produk yang dinikmati secara global,” ujarnya

Lebih lanjut, Kata Artana, kalau dilihat historinya memang belum pernah ada industri digital di Bali. Tetapi menurutnya, pembangunan kawasan digital di Bali mampu dongkrak ekonomi ke depan.

“Apa yang bisa dikembangkan. Satu misalnya games berbasis budaya, animasi, kemudian pengembangan software, film, musik dan sebagainya. Semua yang berbasis digital. Kalau bisa nanti gamesnya bergenre Bali, animasi bergenre bali, film bergenre bali dan seterusnya nah maka art and culturenya itu kita gunakan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya

Baca Juga  Kalkulasi Matang Wayan Koster Tentang Bandara Bali Utara

Artana kemudian menyebut mahasiswanya kini sedang mengembangkan produk lokal berbasis art dan culture yang dikawinkan dengan teknologi.

“Anak-anak primakara ini teknologinya kuat. Nnti produk yang bisa di kembangkan harus berbasis kekuatan kita tadi yaitu art and culture. Maka salah satu games yang sedang dikembangkan ialah games bertema leak. Narasinnya diambil dari lokal tadi. Genre horor,” pungkasnya.

Reporter: Yulius N