Pusat Turun Tangan Atasi Narkoba Hingga WNA Nakal di Bali
Denpasar – Pemerintah Pusat melalui Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) turun tangan mengatasi berbagai persoalan yang terjadi beberapa waktu belakangan di pulau Dewata Bali.
Tenaga Ahli Utama Deputi V KSP, Ade Irfan Pulungan, mengatakan ada tiga isu utama yang disoroti di Bali. Diantaranya WNA nakal, narkotika dan over kapasitas di lembaga pemasyarakatan (lapas).
“Kehadiran Kantor Staf Presiden Deputi V ke Bali ada tiga isu, tentang penanganan masalah narkotika, over kapasitas lapas, dan tentang perilaku keamanan dan ketertiban warga negara asing yang beberapa tahun terakhir meresahkan masyarakat Bali,” kata Irfan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (12/7/24).
Irfan kemudian menyampaikan kehadiran mereka di Bali sekaligus melakukan verifikasi guna memastikan permasalahan tersebut. Sebab menurutnya, pihaknya selama ini hanya mendapat informasi dari media sosial dan sejumlah pengaduan.
“Catatannya, ini dilakukan dengan bersama-sama penyelesaiannya. Tidak sektoral tetapi secara holistik bersama-sama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irfan menyinggung soal isu mengenai pembatasan WNA ke Bali. Menurutnya, kedatangan WNA ke Bali sejatinya membawa berkah.
“Kehadiran para WNA ke Bali tidak hanya memberikan nilai positif terhadap pada sektor pariwisata, tetapi juga terhadap investasi,” imbuhnya
Selain itu, kata Irfan, hasil verifikasi akan diteruskan kepada Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, untuk disampaikan kepada Presiden dalam bentuk memo dan dibahas dalam rapat terbatas.
Untuk diketahui, rombongan Deputi KSP telah tiba di Bali sejak Rabu (10/7/24). Mereka kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Bali terkait kasus Narkotika.
Selanjutnya, KSP berdialog bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali, Pramella Yunidar Pasaribu, Kamis (11/7/24).
Dialog berlanjut lagi bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Bali I Dewa Gede Mahendra Putra dan Pramella, Jumat (12/7/24).
Reporter: Yulius N

Tinggalkan Balasan