10 Orang Warga Batuagung Digigit Anjing Gila
Jembrana – Diduga rabies, seekor anjing menggigit 10 warga di Desa Batuagung, Kamis (18/07/24). Akibat kejadian tersebut kesepuluh orang mengalami luka gigitan.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Batuagung, I Nyoman Sudarma, saat dihubungi awak media. Menurutnya, kasus gigitan pertama ditemukan di Banjar Palungan Batu, terus merembet ke sejumah banjar dengan total korban gigitan dalam sehari 10 orang.
“Petama anjing tersebut menggigit warga di Banjar Palunganbatu sekitar pukul 01.00 Wita, usai menggigit, anjing gila tersebut bergerak ke selatan dan menggigit seorang warga di Banjar Taman. Tidak sampai di situ anjing kembali bergerak ke banjar Sawe, dan menggigit 5 orang. Usai menggigit anjing tesebut kembali ke banjar Palunganbatu dan kembali memakan korban menggigit 3 orang, dengan total keselurah 10 orang,” tutur Sudarma.
Lanjut Sudarma, warga sempat dibuat resah sebelum ditemukan anjing tersebut. Pihaknya besama petugas terkait dan warga berupaya mencari keberadaan anjing tersebut. Upaya pencarian berhasil anjing tersebut ditemukan sekitar pukul 17.00 Wita
“Warga sempat resah karena ulah anjing tersebut, kita sulit menemukan karena lokasi tegalan beruntung sore dilihat warga dan kita berhasil eliminasi, sample otak sudah diambil oleh petugas kesmavet,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Widarsa. Menurutnya anjing yang menggigit 10 orang warga diduga rabies sehingga menyerang anjing maupun manusia yang ditemuinya.
“Untuk korban sudah ditangani petugas kesehatan, kita di bidang Keswan sudah melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut, tim Kesmavet Kecamatan Jembrana sudah berada dilokasi, untuk penanganan lanjutan besok (Jumat-red) kita terjunkan tim kabupaten,” ungkap Widarsa.
Terkait pemilik anjing tersebut, menurut Widarsa dari hasil penelusuran sementara anjing tersebut merupakan anjing liar.
“Dugaan kita anjing liar tanpa pemilik, bersyukur kita sudah temukan dan sample otak sudah diambil, nanti tunggu hasil lab-nya,” imbuh Widarsa.
Reporter: Dika
Editor: Ngurah Dibia

Tinggalkan Balasan