Tim FF Unmas Denpasar Beri Pelatihan Pencegahan Penyakit Degeneratif dan Hiperurisemia bagi Disabilitas
Denpasar – Tim Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar bersama Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Bali melaksanakan pengabdian masyarakat di Yayasan Pendidikan Dria Raba Denpasar, pada Minggu (11/8/24). Kegiatan tersebut bertema ”Pencegahan dan Penanganan Dini Penyakit Degeneratif Artritis Gout dan Hiperurisemia untuk Para Penyandang Disabilitas Netra Sensorik”.
Ketua kegiatan pengabdian kepada masyarakat FF Unmas Denpasar, apt. Nyoman Budiartha Siada, S.Farm., M.Farm. menjelaskan bahwa kemudahan dalam mengakses Informasi dan komunikasi terkait kesehatan adalah hak dari semua orang tak terkecuali para penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas juga berhak memperoleh kesamaan dan kesempatan akses atas sumber daya di bidang Kesehatan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibuatlah media edukasi khusus untuk para penyandang disabilitas sensorik netra berupa Buku Audio.
”Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu teman-tEman penyandang disabilitas sensorik netra agar dapat lebih memahami beberapa poin penting terkait pencegahan dan penanganan dini penyakit degeneratif Artritis Gout dan Hiperurisemia,” terang apt. Nyoman Budiartha Siada, S.Farm., M.Farm.
Ketua Yayasan Pendidikan Dria Raba, Ir. Ida Ayu Pradnyani Manthara menyambut baik kegiatan ini dan dalam kesempatannya, beliau menyampaikan bahwa para penyandang disabilitas sensorik netra memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan dan informasi.

“Adanya kegiatan yang dilaksanakan teman-teman Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian para penyandang disabilitas sensorik Netra dalam hal kesehatan khususnya dalam mencegah dan menangani penyakit degeneratif,” ujarnya.
Beliau juga berterima kasih karena telah mengadakan kegiatan ini setiap tahun dan berharap agar selalu konsisten memberikan informasi kesehatan di Yayasan Pendidikan Dria Raba.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode Small Group Discussion (SGD). Proses edukasi dilakukan menggunakan media khusus berupa Buku Audio yang berisikan informasi Kesehatan sesuai topik yang terkait, kemudian para penyandang disabilitas sensorik netra diarahkan untuk membentuk kelompok kecil dan dilibatkan dalam proses diskusi.
Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Farmasi Unmas Denpasar yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, bertindak sebagai fasilitator dalam diskusi tersebut. Untuk memastikan keberhasilan program ini dilakukan pengukuran pemahaman berupa pengisian pre-test dan post-test oleh para penyandang disabilitas sensorik Netra yang dibantu oleh dosen dan mahasiswa.
Di akhir kegiatan, ketua tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi Unmas Denpasar, apt. Nyoman Budiartha Siada, S.Farm., M.Farm.menyampaikan bahwa kegiatan edukasi seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan kemandirian para penyandang disabilitas khususnya di bidang kesehatan.

Tinggalkan Balasan