Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM, Ida Bagus Setiawan menyebut ada beberapa tantangan yang dihadapi saat ini dalam upaya penerapan Emisi Nol Bersih di Bali.

Setiawan mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah masalah sumber daya manusia. Ia mengaku mengenai SDM hampir dipastikan belum begitu kompeten dalam upaya untuk implementasi Emisi Nol Bersih di pulau Dewata.

“Jadi ada hal teknis kemudian ada hal yang kaitannya dengan investasi, lalu siapa yang akan mengoperasikan dan sebagainya. Nah itu bagian dari tantangan-tantangan yang harus dan bisa dihadapi, dijalankan dengan seluruh stakeholder. Yang paling penting kesiapan SDM yang kompeten untuk mengoperasikan itu,” kata Setiawan kepada wartawan saat ditemui di kantor Gubernur Bali, Rabu (11/9/24).

Baca Juga  Kelangkaan Gas LPG di Bali, Kadisnaker ESDM Klaim Jatah Pangkalan Berkurang

Kendati demikian, Setiawan menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali tetap berkomitmen untuk menerapkan Emisi Nol Bersih. Ia menyebut kini Nusa Penida dijadikan pilot project implementasi Emisi Nol Bersih.

“Pemerintah sebagai regulator sudah menetapkan beberapa regulasi kemudian ada dukungan dari mitra pembangunan pemerintah, lembaga non-pemerintah mereka membentuk yang namanya Koalisi Emisi Nol Bersih, kemudian juga ada studi dari akademisi dimana prioritasnya kalau deklarasinya kan Bali Net Zero Emissions 2045, kemudian kick off kaitannya dengan 100 persen Nusa Penida 2030 EBT,” jelasnya.

“Dan ini sudah ditindaklanjuti dengan komitmen maupun kesepakatan bersama MoU beberapa hari yang lalu di Jakarta, antara stakeholder terkait termasuk PLN untuk bersama-sama bersinergi untuk implementasi tidak hanya mendukung tapi bagaimana mencapai Emisi Nol Bersih, kita mulai di Nusa Penida,” imbuhnya.

Baca Juga  Kelangkaan Gas LPG di Bali, Kadisnaker ESDM Klaim Jatah Pangkalan Berkurang

Selain itu, kata Setiawan, kajian terkait penetapan Emisi Nol Bersih di Bali terus dilakukan oleh berbagai pihak, salah satunya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Nah kemarin juga BRIN sudah melakukan studi atau kajian awal dan siap mendukung dari sisi studi yang komprehensif untuk bisa diimplementasikan dengan skema bisnisnya, kemudian juga untuk studi riset pengembangan,” ujarnya

Reporter: Yulius N