Denpasar – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali Tjok Bagus Pemayun, menyayangkan terjadinya polemik pesta kembang api yang melibatkan Finns Beach Hotel beberapa waktu yang lalu.

“Saya sangat menyayangkan, itu (polemik pesta kembang api, red) tidak sepantasnya,” kata Tjok saat dihubungi Wacanabali.com, Kamis (24/10/24).

Menurutnya, pelaku industri pariwisata di Bali harus memiliki kepekaan terhadap aktivitas adat masyarakat setempat.

“Saya berharap semua usaha di Bali mematuhi regulasi yang ada untuk menjaga kelangsungan bisnis mereka. Meskipun izinnya lengkap, kepekaan tetap harus ada,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pesta kembang api tersebut menuai polemik lantaran dinilai menggangu upacara adat yang tengah dilaksanakan di Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung.

Baca Juga  Gaet Lebih Banyak Wisman, Kadispar Bali Sebut Sosialisasi PKB Tahun Depan Perlu Digenjot

Sementara itu, Guru Besar Bidang Manajemen Bisnis Pariwisata Universitas Dhyana Pura (Undhira), Prof. I Gusti Bagus Rai Utama berpendapat, hal ini mencerminkan adanya kontradiksi antara pelestarian budaya dan tujuan bisnis pariwisata di Bali.

“Konflik pesta kembang api tersebut sangat mungkin timbul karena miskomunikasi antara staf beach club dan pihak manajemen, serta tidak adanya informasi yang tepat kepada masyarakat,” terang Prof Rai yang juga Rektor Undhira Jumat (18/10/24).

Menurutnya, ditinjau dari analisis Market Value Creation (penciptaan nilai pasar), pesta kembang api bukanlah event yang kontradiktif asalkan memperhatikan kondisi sosial, budaya, serta tradisi masyarakat setempat.

“Market Value Creation (kreasi nilai pasar) yang dilakukan oleh Finns VIP Beach Club sebenarnya hal yang wajar dalam kreasi pemasaran di tengah fluktuasi jumlah kunjungan pelanggan yang penuh ketidakpastian. Apalagi ada tendensi penurunan kunjungan yang signifikan,” imbuhnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Soal WNA Nakal: Tak Ada Ampun, Harus Tindak Tegas!

Kejadian ini, sambungnya, menjadi tamparan bagi pariwisata Bali. “Kita berharap harmoni antara bisnis pariwisata dan pelestarian budaya serta tradisi di Bali tetap terjaga dengan Baik. Jika para pelaku bisnis pariwisata di Bali mengabaikan pelestarian budaya dan tradisi, pastinya pariwisata Bali akan kehilangan value (nilai),” tegasnya.

Reporter: Komang Ari