Komunitas Pengguna Harap TMD Kembali Beroperasi, Bali Darurat Transportasi Publik?
Denpasar – Dukungan untuk mengembalikan operasi transportasi publik Trans Metro Dewata (TMD) terus bergulir.
Puluhan anggota komunitas pengguna TMD dengan latar belakang akademisi, aktivis, pelajar, hingga perwakilan penumpang disabilitas mengadukan persoalan tersebut ke Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali, Jumat (10/1/25).
Penghentian operasi TMD per 1 Januari 2025 dinilai berdampak negatif bagi masyarakat Bali. Terlebih, kini pulau seribu pulau ini kian akrab dengan masalah kemacetan.
Menurut keterangan Manajer TMD, Ida Bagus Eka Budi, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan agar transportasi publik yang telah mengaspal sejak 2020 ini bisa kembali beroperasi.

“Sampai hari ini proses sedang berlangsung dari lemerintah pusat, pemerintah daerah semoga segera ada keputusan dan bisa berkolaborasi,” ujarnya.
Pertemuan ini, sambung dia, diharapkan mampu mendorong pemerintah semakin peduli akan pentingnya keberadaan transportasi publik di Bali.
“Kami menargetkan operasi TMD secepatnya. Tapi, kita juga harus realistis karena proses masih berjalan. Mudah-mudahan awal bulan depan bisa beroperasi kembali,” sambungnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Provinsi Bali Niluh Putu Ary Pertami Djelantik, menyampaikan pihaknya mendukung agar TMD kembali beroperasi.
“Bali darurat transportasi publik,” ucapnya.
Menurutnya, TMD selama ini telah banyak berkontribusi bagi masyarakat. Sehingga, sambung Niluh, tidak sedikit pihak yang dirugikan imbas bus ini berhenti beroperasi.
“TMD menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi, tidak bisa mengendarai transportasi pribadi, juga masyarakat lain misalnya semeton disabilitas, anak sekolah, mahasiswa, banyak sekali sektor yang kemudian menjadi sangat terganggu dengan tidak beroperasinya TMD,” bebernya.

Pihaknya mengaku berkomitmen mengawal proses agar TMD kembali beroperasi.
“Transportasi publik harus jalan karena Bali menjadi salah satu daerah pariwisata favorit dunia. Fasilitas transportasi publik harus disediakan untuk masyarakat Bali karena mereka sebagai penghuni pulau ini,” tegasnya.
Reporter: Komang Ari

Tinggalkan Balasan