Harga Properti Komersial di Bali Meningkat 8,46 Persen pada Triwulan IV 2024
Denpasar – Berdasarkan data survei Perkembangan Properti Komersial (PPKom), Indeks harga properti komersial di Provinsi Bali pada triwulan IV 2024 tercatat mencapai 122,13, mengalami pertumbuhan sebesar 8,46 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencatat indeks sebesar 112,61.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga sewa properti ritel dan apartemen, masing-masing tumbuh sebesar 14,70 persen (yoy) dan 8,03 persen (yoy).
Selain itu, harga sewa hotel dan perkantoran juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,36 persen (yoy) dan 5,06 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menjelaskan bahwa peningkatan permintaan turut berkontribusi pada lonjakan harga properti komersial di Bali.
“Indeks permintaan properti tumbuh sebesar 4,18 persen (yoy) pada triwulan IV 2024. Peningkatan signifikan terjadi pada sewa ritel yang naik 38,68 persen (yoy), serta sewa perkantoran yang tumbuh 23,94 persen (yoy),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2025).
Ia menambahkan, tren ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sektor real estate dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali tumbuh 2,42 persen (yoy) pada periode yang sama.
Namun, dari sisi pasokan, pertumbuhan properti komersial cenderung terbatas, hanya naik 2,32 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,08 persen (yoy).
Untuk mendukung pertumbuhan sektor ini, BI terus mendorong penyaluran kredit melalui kebijakan makroprudensial yang lebih kuat.
“Kami memperkuat kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, didukung dengan pemantauan harga, pasokan, dan permintaan properti yang akurat,” pungkasnya.
Reporter: Komang Ari

Tinggalkan Balasan