Denpasar – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar akan memprioritaskan penurunan angka kemiskinan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun kedepan.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebut, salah satu upaya yang tengah dilakukan yakni dengan menekan angka pengangguran.

“Salah satunya dengan melaksanakan job fair, kami juga ada kerjasama pendidikan, serta dukungan dari BPD untuk bantuan modal kerja,” ucapnya saat dijumpai di kantor DPRD Denpasar, Selasa (11/3/25).

Selain itu, pihaknya mengatakan terus menjalankan program bantuan bedah rumah. Per tahunnya, rata-rata terdapat 20 unit bedah rumah dengan nilai Rp100 juta per unit.

“Tapi itu tergantung usulan karena sekarang ini memang kendala yang kami sering hadapi di lapangan masyarakat miskin itu sertifikat rumahnya tidak menjadi sertifikat hak miliknya,” jelasnya.

Baca Juga  Puluhan Eselon di Denpasar Dilantik Hari Ini

Sementara itu, Denpasar saat ini disebut tangah memperoleh 250 unit bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat melalui program tiga juta bedah rumah yang per unitnya ditaksir senilai Rp20 juta.

“Mungkin kita masih mengkaji dari sisi regulasinya bisa diperuntukan kepada warga yang bagaimana,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar pada tahun 2024 tercatat mencapai 5,55 persen, disertai penurunan kemiskinan menjadi 2,59 persen dan pengangguran terbuka ke 2,11 persen.

Lebih lanjut terkait upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Jaya Negara mengungkapkan akan berfokus pada sejumlah indikator, termasuk pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.

“Indikator IPM-nya itu kan ada beberapa pendukungnya, yaitu masalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pendapatan perkapita. Astungkara itu capaiannya setiap tahun mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Lanjut Tata Tukad Badung Tahun Ini

Reporter: Komang Ari