Edukasi hingga Rumah Singgah Jadi Langkah Denpasar Atasi Stunting
Denpasar – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebut pihaknya tengah menggencarkan upaya penanggulangan stunting.
Ia menyampaikan, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023 (SSGI) 2023 angka stunting di Denpasar mencapai 5,5 persen.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar disebut akan mengoptimalkan insentif fiskal sebesar Rp24 miliar yang diterima pada tahun sebelumnya.
“Kami ingin memaksimalkan pemanfaatan anggaran yang diberi itu untuk penanganan stunting baik itu dari tingkat posyandu paripurna, di tingkat lapangan dan posyandu mandirinya serta juga ada program-program di pemberdayaan perempuan,” ucapnya usai acara Rembuk Stunting di Graha Sewakadarma, Denpasar, Kamis (13/3/25).
Jaya Negara menyebut, Pemkot Denpasar juga menyiapkan rumah singgah yang ditargetkan beroperasi akhir tahun ini sebagai bagian dari strategi penanggulangan stunting.
“Disana (Rumah singgah) akan ada pembinaan keluarga. Bagaimana caranya orangtua dididik untuk membuat makanan yang bergizi,” sambungnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Agung Ayu Agung Candrawati menekankan pentingnya pencegahan stunting.
Upaya tersebut dilakukan dengan menyiapkan remaja yang sehat, memberikan konseling pranikah, serta mengedukasi ibu hamil agar memenuhi kebutuhan gizinya sebelum dan setelah melahirkan.
Langkah ini, kata Agung Candrawati, ditempuh untuk memastikan gizi anak dapat terpenuhi.
“Supaya anak yang tumbuh tidak stunting rutin datang ke posyandu untuk tahu perkembangannya. Tidak hanya posyandu, bisa ke pelayanan kesehatan lainnya,” imbuhnya.
Reporter: Komang Ari

Tinggalkan Balasan