Denpasar – Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (Kadistan Pangan) Provinsi Bali, I Wayan Sunada menyampaikan, selama lima tahun terakhir tidak ada lagi virus African Swine Fever (ASF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sudana mengatakan, Bali terdektisi virus ASF sekitar tahun 2020. Sejak saat itu, Bali sudah tidak diserang virus demam babi Afrika itu.

“Kalau di Provinsi Bali sudah habis. Jadi hanya Bali yang bisa mempertahankan babinya, sehingga pelaku usaha kita bisa mengirim babi ke Kalimantan, Sulawesi maupun Jakarta,” kata Sudana saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu 14/5/2025).

Sudana mengaku, saat ini Bali justru menjadi daerah sebagai sumber pemenuhan kebutuhan ternak babi secara Nasional.

Baca Juga  Polemik Usulan Pengiriman Babi Lewat Laut, Ini Tanggapan Pokli Pimpinan DPRD Bali

“Ini menunjukkan bahwa Provinsi Bali telah pulih dari keterpurukan dibandingkan dengan Provinsi lain di Indonesia yang belum dapat mengembalikan wilayahnya kembali dari ASF,” tegasnya.

Begitupun dengan sapi, Sudana mengatakan hingga saat ini ternak sapi di Bali dipastikan dalam kondisi sehat. Ia menegaskan tak ada lagi virus PMK.

“Kalau sampai saat ini, PMK itu sudah tidak ada lagi. Kita sudah melakukan vaksinasi lima kali untuk menjaga antibodi dari sapi-sapi tersebut. Sehingga laporan dari peternak kita ataupun kabupaten tidak ada (virus PMK),” imbuhnya.

 

Reporter: Yulius N