Denpasar – Seorang pria berinisial RA (30) dibekuk Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara usai diduga menganiaya seorang satpam berinisial ETS (29) dengan pisau dapur. Aksi brutal itu terjadi di sebuah kos-kosan di kawasan Ubung Kaja, Denpasar Utara, Minggu (29/6/2025).

Kapolsek Denpasar Utara Iptu Ketut Darbawa mengatakan, Korban mengalami sejumlah luka serius di kepala dan wajah, sementara pelaku kini ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Korban ETS mengalami luka serius berupa dua luka robek di bagian kepala, luka robek di daun telinga kiri, dan luka robek di bawah mata kiri akibat serangan menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur,” ujar Darbawa, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga  Ditangkap Karena Mencuri, J Sebut untuk Makan dan Main Judi

Darbawa membeberkan, kejadian bermula saat korban yang dalam kondisi mabuk. Korban diminta oleh pelapor Rian (30) yang juga kakak korban untuk membeli bakso keluar kos. Namun, sesampainya di lokasi, terjadi cekcok antara korban dan pelaku yang berujung perkelahian.

“Pelapor sempat melerai perkelahian tersebut dan mendapati korban dalam keadaan luka-luka,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pelapor langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Utara akhirnya menatangi lokasi kejadian.

“Pelaku RA berhasil diamankan saat sedang duduk di depan kamar kos dan langsung dibawa ke Mapolsek Denpasar Utara bersama barang bukti guna proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Barbawa menjelaskan, pelaku mengaku dirinya melakukan penganiayaan sebagai pembelaan diri. Ia mengaku didatangi oleh korban yang sedang mabuk dan membawa pisau dapur.

Baca Juga  Kepepet Judi Online, Yohanes Nekat Bobol M-Banking Milik Temannya

“Pelaku mengaku pisau terlepas saat bergulat dan tidak mengetahui keberadaan pisau setelah itu karena di lokasi sudah ramai warga yang melerai,” pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku, saksi-saksi, dan mengumpulkan alat bukti guna memastikan kronologi serta motif kejadian tersebut.

 

Reporter: Yulius N