Denpasar – Beredar sebuah video yang diunggah oleh organisasi asal luar negeri bernama People for Ethical Treatment of Animals (PETA), memperlihatkan aksi sejumlah pawang yang diduga memperlakukan gajah dengan cara arogan. Video tersebut diunggah melalui kanal YouTube resmi PETA, Minggu (9/11/2025).

Dalam narasinya, PETA mengungkap bahwa gajah-gajah di tempat wisata di Bali, Indonesia, dirantai di kandang sempit dengan luka dan bekas luka di kepala serta kaki mereka. Para pekerja memukul dan menusuk mereka berulang kali menggunakan bullhook atau alat yang mirip dengan besi penusuk perapian dengan kait logam di salah satu ujungnya. Tujuannya untuk mengendalikan dan mengarahkan gajah-gajah itu sesuai dengan kebutuhan wisatawan yang berkunjung.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube PETA tidak dijelaskan secara spesifik lokasi penganiayaan terhadap gajah-gajah itu. Namun unggahan di website PETA (https://www.peta.org.au) tertulis Bakas Adventure Elephant Safari and Rafting dan Mason Elephant Park & ​​Lodge dan juga ada tertulis Bali Zoo.

Setelah dikonfirmasi, pihak Bakas Adventure Elephant Safari and Rafting serta Bali Zoo membantah bahwa video yang diunggah PETA bukan di tempat mereka. Sementara itu, pihak Mason Elephant Park & Lodge membenarkan bahwa lokasi dalam video tersebut memang berada di kawasan mereka.

Kendati demikian, pihak Mason Elephant Park & Lodge menegaskan bahwa gajah-gajah yang mereka pelihara telah diaudit secara independen dan desetujui sepenuhnya oleh ororitas terkait.

“Taman Gajah Mason adalah satu-satunya fasilitas gajah di Indonesia yang telah diaudit secara independen dan disetujui sepenuhnya, karena kami mengikuti seluruh kriteria yang berlaku untuk pemeliharaan gajah dalam kondisi penangkaran. Faktanya, kami juga turut berperan dalam penerapan berbagai prosedur tersebut selama 23 tahun terakhir di Asia,” jelas pihak Mason Elephant Park & Lodge dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/11/2025) malam.

Pihak Mason Elephant Park & Lodge mengaku bahwa pihaknya menyediakan aktivitas menunggang gajah, baik tanpa pelana maupun dengan tempat duduk kayu ringan.

“Aktivitas menunggang ini juga memberikan latihan fisik yang diperlukan untuk perkembangan otot, kepadatan tulang, kesehatan kaki, pencernaan, dan kesejahteraan secara keseluruhan, sama halnya seperti manusia yang membutuhkan olahraga untuk berbagai alasan,” jelas pihak Taman Gajah Mason.

Selain pihak Taman Gajah Mason juga menerangkan bahwa setiap hari mereka menyediakan makanan yang cukup dan bervariasi, suplemen vitamin dan nutrisi tambahan termasuk layanan dokter hewan siaga 24 jam dengan kunjungan dan perawatan rutin.

“Kesejahteraan gajah selalu menjadi prioritas utama kami, dan mereka dipantau setiap hari untuk memastikan tetap bahagia dan sehat. Kami juga wajib membuat laporan harian kepada otoritas kehutanan Indonesia terkait kondisi kesehatan setiap gajah,” tegas pihak Taman Gajah Mason.

 

Reporter: Yulius N