Disclaimer: Berita ini disajikan semata-mata sebagai informasi dan tidak dimaksudkan untuk mendorong, membenarkan, atau menormalisasi tindakan yang membahayakan diri. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan psikologis, depresi, atau muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional. Konsultasikan kondisi Anda kepada psikolog, psikiater, layanan kesehatan mental, atau pihak berkompeten lainnya agar memperoleh pendampingan dan penanganan yang tepat.

Badung – Seorang pemuda inisial MKA (21) ditemukan meninggal di kolong Jembatan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Petang, Badung, Jumat (2/1/2025) pagi. Pemuda beralamat Denpasar itu diduga tewas karena bunuh diri.

Hal ini dibenarkan oleh Pegawai Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/1/2025).

“Ada dugaan kejadian bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan Tukad Bangkung,” Aiptu Ayu Inastuti.

Aiptu Ayu Inastuti menjelasakn, menurut keterangan saksi I Made Derik Yasnawan, saat itu ia tengah berjaga di kediaman Wagub Bali. Saksi kemudian mendapat informasi jika ada sepeda motor yang diduga milik korban terparkir di Jembatan Bangkung.

Selanjutnya, Derik Yasnawan mendatangi lokasi dan juga memanggil petugas kepolisian. Setelah dicek, ternyata benar sepeda motor tersebut milik korban.
Aiptu Ayu Inastuti menyebut, korban terakhir kali mengirimkan pesan kepada orang tuanya pada Jumat (2/1/2026) pukul 03.00 Wita. Korban juga memberi tahu lokasinya berada.

Personel Polsek Petang tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 07.20 Wita dan langsung menyusuri jembatan untuk melakukan pencarian awal bersama masyarakat sekitar.

“Setelah dilakukan pencarian pada pukul 07.51 Wita telah ditemukan korban dugaan bunuh diri di bawah jembatan sebelah selatan dan dugaan korban dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Aiptu Inastuti.

Pelajar kelahiran Buleleng tersebut ditemukan dalam kondisi luka di sejumlah tubuh, seperti luka gores di tangan kanan dan sejumlah badan, hidung dan telinga mengeluarkan darah, dubur tidak mengeluarkan kotoran, alat kemaluan mengeluarkan cairan, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Korban menggunakan kemeja merah motif kotak-kotak, menggunakan anting di telinga sebelah kiri, menggunakan mantel celana berwarna hijau toska serta menggunakan anting-anting salib di telinga sebelah kiri,” terang Aiptu Inastuti.

Jenazah sendiri baru bisa dievakuasi sekitar pukul 10.15 Wita dan langsung dievakuasi ke RSD Mangusada untuk proses autopsi.

“Penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban dan saksi,” tutup Aiptu Inaatuti.

 

 

Reporter: Yulius N