Monumen Nokal Dibangun di Sanur, Angkat Sejarah Nelayan Pesisir
Denpasar – Monumen Nokal, sebuah bangunan bernilai sejarah dan budaya, tengah dibangun di kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar.
Sekretaris Desa Adat Sanur, Ida Bagus Bumijaya menjelaskan, nokal merujuk pada aktivitas menangkap ikan menggunakan perahu tradisional dan jaring berukuran besar di masa lampau.
“Itu (nokal) sejenis mencari ikan dengan perahu, dengan (tenaga) orang, dengan menggunakan jaring yang panjang,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (5/1/26).
Ia mengatakan, pembangunan monumen tersebut telah berlangsung sejak April 2025 dan melibatkan seniman-seniman lokal dari Desa Sanur. Total, sebanyak 20 orang seniman turut terlibat dalam proses pengerjaan monumen.
Terkait anggaran, ia menyebutkan dana pembangunan monumen mencapai Rp300 juta. Meski belum dapat memastikan waktu penyelesaian, ia menargetkan pembangunan monumen dapat rampung pada tahun ini. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan.
“Mungkin 6 bulan, agak lama,” tambahnya.
Ia berharap, keberadaan Monumen Nokal tidak hanya menjadi penanda fisik, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Sanur yang dahulu bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.
Dia berharap, monumen nokal menjadi pengingat akan cerita masyarakat Sanur di masa lampau sebagai masyarakat pesisir yang bertumpu pada aktivitas nelayan sebagai pekerjaan utama.
“Kami ingin mengingatkan pada cerita keberadaan masyarakat Sanur dahulu. Ketika mereka mencari ikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan