Setahun terjadi 54 Kebakaran di Jembrana, Kerugian Mencapai 2 Milyar Lebih
Jembrana – Sepanjang tahun 2025, terjadi 54 kejadian kebakaran di Kabupaten Jembrana. Total kerugian yang ditimbulkan lebih dari Rp 2 Milyar. Tempat usaha menjadi obyek kebakaran terbanyak.
Data dari Bidang Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana sepanjang tahun 2025 kebakaran terjadi di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana.
Dari 54 kejadian kecamatan Negara menjadi wilayah dengan jumlah penanganan kebakaran terbanyak yakni 21 kejadian, disusul Kecamatan Jembrana 15 kejadian, Mendoyo 12 kejadian, Melaya 4 kejadian dan Pekutatan 2 kejadian.
Sedangkan objek kebakaran paling banyak terjadi pada toko/tempat usaha yakni 10 kejadian, rumah tinggal tercatat 8 kejadian, 2 gudang dan 6 dapur. Selain itu, terdapat juga 2 kejadian kebakaran lahan/hutan, 8 kendaraan, 3 fasilitas umum, serta 15 kejadian lainnya.
Kepala bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana, I Kadek Rita Budhi Atmaja saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026), mengatakan
sebagian besar kebakaran di tahun 2025 dipicu oleh kelalaian manusia dan gangguan instalasi listrik.
“Dari evaluasi kami, penyebab kebakaran masih didominasi korsleting listrik, kelalaian penggunaan alat rumah tangga, serta aktivitas usaha. Karena itu kami terus mengintensifkan edukasi pencegahan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dari 54 kejadian tersebut menimbulkan total kerugian mencapai Rp. 2 Milyar lebih. Kerugian tersebut berasal dari berbagai objek kebakaran, mulai dari rumah tinggal, toko atau tempat usaha, kendaraan, fasilitas umum, hingga kejadian lain seperti kebakaran instalasi listrik, mesin, dan sarana pendukung lainnya.
Guna menekan angka kejadian kebakaran, Rita Budhi menghimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan kompor menyala, serta memastikan lingkungan usaha dan rumah memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan darurat jika terjadi kebakaran.
“Pencegahan adalah kunci utama, tentu bisa dengan meningatkan kewapadaan. Kami berharap ke depan angka kejadian bisa ditekan,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan