Denpasar – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat tingkat inflasi Bali sepanjang 2025 sebesar 2,91 persen (year on year/yoy). Sementara itu, secara bulanan pada Desember 2025, inflasi tercatat 0,70 persen (month to month).

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menyampaikan, capaian inflasi tahunan tersebut merupakan yang tertinggi dalam dua tahun terakhir, meskipun masih berada dalam rentang target pemerintah.

“Angka ini tergolong cukup, belum tinggi, karena target pemerintah kan 3,5 persen angka inflasinya. Walaupun lebih tinggi dari dua tahun sebelumnya,” kata dia saat memaparkan kondisi inflasi di Bali, Selasa (6/1/26).

BPS mencatat, inflasi Bali terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,67 persen. Selain itu, kontribusi inflasi juga berasal dari kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

Baca Juga  Pertama di Indonesia, Wi-Fi 7 Resmi Diluncurkan di Denpasar

Lebih lanjut dijelaskan, pola inflasi di Bali masih dipengaruhi faktor musiman. Puncak inflasi umumnya terjadi pada Maret, Juli, dan Desember, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Secara spasial, Kota Denpasar mencatat inflasi tahunan tertinggi di Bali dengan capaian 3,45 persen, sedangkan Kabupaten Badung mengalami inflasi terendah, yakni 2,37 persen.