Mr. X Pantai Pengambengan Akhirnya Teridentifikasi
Jembrana– Misteri penemuan mayat mengapung di perairan Pantai Pengambengan, Kabupaten Jembrana, akhirnya terungkap. Setelah melalui proses identifikasi oleh tim gabungan dan keterangan keluarga korban, jenazah yang sempat berstatus Mr. X tersebut dipastikan bernama Alapi Hariyono (63), warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, melalui Kasi Humas Ipda I Putu Budi Arnaya menjelaskan proses identifikasi dilakukan pada Senin (12/1/26) pagi di kamar jenazah RSUD Negara oleh Tim Inafis Polres Jembrana, Sidokkes Polres Jembrana, serta tim medis. Identitas korban berhasil dipastikan melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem, termasuk pencocokan ciri fisik, data gigi serta keterangan dari pihak keluarga.
“Korban diketahui beralamat di Dusun Kumbo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus sungai di wilayah Singojuruh pada Kamis (8/1/26).
Usai proses identifikasi rampung, jenazah Alapi Hariyono secara resmi diserahkan kepada pihak keluarga di RSUD Negara.
“Penyerahan dilakukan dengan disaksikan perangkat Desa Gumirih, Banyuwangi, sebagai bentuk kepastian identitas dan penanganan yang humanis,”ujar Ipda Budi.
Polres Jembrana berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus kemanusiaan. Polres Jembrana mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir dan nelayan, untuk segera melapor apabila menemukan kejadian darurat melalui Layanan Polri 110 yang aktif 24 jam.
“Penanganan dilakukan secara profesional dan cepat, mulai dari evakuasi hingga identifikasi, agar keluarga korban mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Sebelumnya, jenazah korban ditemukan mengapung di perairan Pantai Pengambengan, tepatnya di belakang pabrik PT Indo Hamafish, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, pada Minggu (11/1/2026) petang. Informasi awal diterima dari nelayan setempat, dan personel Satpolairud Polres Jembrana segera melakukan evakuasi ke darat dan dibawa ke RSUD Negara.

Tinggalkan Balasan