Denpasar – Rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung ditunda lagi. Penutupan yang ditargetkan awal Maret 2026 itu bergeser ke November 2026. Penundaan tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster usai sidang paripurna DPRD Bali, di Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/1/2026).

“Saya sudah mengajukan kepada pak Menteri (Lingkungan Hidup) untuk perpanjangan TPA Suwung itu November 2026 ini,” ujar Koster kepada awak media.

Koster menjelaskan, penundaan TPA Suwung dilakukan lantaran TPA Bangli yang sebelumnya diproyeksikan sebagai lokasi pembuangan sampah dari Denpasar dan Badung ternyata tidak memungkinkan secara kapasitas.

Karena itu, Koster mengaku telah melaporkan situasi itu kepada Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faizol Nurofiq untuk menunda penutupan yang sebelumnya dijadwalkan awal Maret 2026.

Baca Juga  Dinas KLH Bali Perkuat Persiapan Teknis Jelang Penutupan TPA Suwung

“Setelah saya cek TPA Bangli ternyata kondisinya gak memungkinkan, gak memenuhi syarat. Saya sudah lapor ke Pak Menteri agar diberikan waktu untuk mengoptimalkan fasilitas yang akan dibangun Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” kata Koster.

Koster menyebut, Pemkot Denpasar sendiri akan menambah mesin pengolah sampah di TPST Tahura dan TPST Kertalangu, serta pembangunan sejumlah TPS3R di wilayah Denpasar Barat, Timur, Utara, dan Selatan.

Ia meyakini bahwa dengan mengoptimalkan fasilitas pengelolaan sampah yang dibangun Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung dapat menekan volume sampah yang dibuang ke TPA Suwung hingga November 2026, sebelum penutupan diberlakukan.

“Sehingga volume sampah yang dibawa ke TPA itu akan semakin berkurang sebelum penutupan November 2026,” jelas Koster.

Baca Juga  Penggiat Isu Lingkungan: Sampah Plastik di Bali Perlu Penanganan Hulu

Koster mengaku respons Menteri LH terkait permintaan penundaan penutupan TPA Suwung positif. Meski demikian, kata Koster, Menteri LH akan menurunkan tim untuk melakukan evaluasi langsung terhadap pengelolaan sampah di Bali.

“Prinsipnya beliau oke, cuman jangan terlalu lama. Beliau akan menurunkan tim untuk melakukan evaluasi lapangan,” jelas Koster.

 

Reporter: Yulius N