Denpasar – Dinas Pertanian Kota Denpasar memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi di wilayahnya.

Hal ini menyusul temuan penyakit tersebut di Kabupaten Jembrana.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar Ni Made Suparmi, mengatakan pemantauan terhadap kesehatan ternak terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.

Ia menambahkan, pencegahan difokuskan pada penerapan biosekuriti di kandang, pengendalian vektor pembawa virus, serta upaya menjaga daya tahan tubuh ternak melalui pemenuhan pakan dan air minum.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, hingga saat ini belum ada ternak sapi di Denpasar yang terindikasi terinfeksi LSD,” katanya, Minggu (18/1/26).

Baca Juga  Cegah Penyebaran LSD, Sapi Terjangkit Dilakukan Potong Bersyarat Ditempat

Data Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat populasi ternak sapi di daerah tersebut mencapai sekitar 1.700 ekor.

Ia mengimbau para peternak agar meningkatkan kewaspadaan dengan rutin mengamati kondisi ternak. Apabila ditemukan gejala penyakit, peternak diminta segera melapor agar dapat dilakukan penanganan sejak dini.

Pihaknya mencatat saat ini populasi ternak sapi di Denpasar mencapai 1.700 ekor.

Ia mengimbau para peternak agar meningkatkan kewaspadaan dengan rutin mengamati kondisi ternak.

Apabila ditemukan gejala penyakit, peternak diminta segera melapor agar dapat dilakukan penanganan sejak dini.