DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali mulai menjajaki peluang kerja sama program sister city dengan sejumlah wilayah di Republik Slovakia guna mempertemukan potensi daerah lintas negara. Gagasan tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur Bali Wayan Koster dengan Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia, Tomas Ferko, di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (19/1/2026).

Gubernur Wayan Koster menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai skema sister city sebagai langkah strategis memperkuat hubungan antardaerah. Menurutnya, kerja sama semacam ini mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan.

“Kerja sama sister city ini penting untuk mempertemukan potensi Bali dengan wilayah-wilayah di Slovakia, baik di bidang budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, maupun pariwisata berkelanjutan,” ujar Koster.

Baca Juga  Pemprov Bali Akan Tambah Modal Rp1,4 Triliun untuk PKB Klungkung

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kolaborasi lintas sektor yang dinilai saling melengkapi. Bali menawarkan kekuatan budaya, seni, dan pariwisata berbasis kearifan lokal, sementara Slovakia memiliki jejaring internasional serta pengalaman pengembangan wilayah di Eropa Tengah.

Gubernur Koster menegaskan, kerja sama sister city tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata. Ia mendorong agar kolaborasi tersebut diwujudkan dalam program nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kerja sama ini menghasilkan program konkret, seperti pertukaran budaya, kolaborasi UMKM dan ekonomi kreatif, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia, Tomas Ferko, menyatakan ketertarikan negaranya menjalin kemitraan lebih erat dengan Bali. Ia menilai Bali memiliki daya tarik global dan identitas budaya yang kuat.

Baca Juga  Koster: Meskipun Dijamin Konstitusi, Pemda Berhak Tolak Pendirian Ormas!

“Bali adalah daerah yang sangat dikenal dunia. Kami melihat peluang besar untuk membangun kerja sama antardaerah melalui konsep sister city yang saling menguntungkan,” kata Ferko.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan hubungan Bali dan Slovakia di tingkat daerah. Pemerintah Provinsi Bali berharap penjajakan sister city ini dapat menjadi pintu masuk kolaborasi internasional yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Bali dalam jejaring kerja sama global.

Diketahui, sister city adalah bentuk kerja sama resmi antara dua kota atau daerah dari negara berbeda atau kadang dalam satu negara yang disepakati untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan peluang kerja sama di berbagai bidang.

Sister city merupakan kemitraan jangka panjang antarpemerintah daerah yang bertujuan mempererat hubungan masyarakat, ekonomi, budaya, dan pembangunan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Kemendagri Terima dan Proses Raperda Penambahan Modal BPD Bali