Kopi dan Arak Jadi Jembatan Persahabatan, Bali–Slovakia Perkuat Diplomasi Budaya
DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster memperkenalkan potensi lokal Bali dengan cara khas dan sarat makna saat menerima audiensi Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia, Tomas Ferko, di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (19/1). Dalam suasana akrab, Gubernur Koster mengajak Dubes Slovakia melakukan tos kopi dan arak Bali sebagai simbol persahabatan sekaligus promosi produk lokal.
Momen tersebut terjadi di sela pertemuan resmi yang membahas penjajakan kerja sama antara Bali dan Slovakia. Gubernur Koster menyuguhkan kopi Bali tanpa gula dan arak Bali racikan sederhana, yang merepresentasikan kejujuran rasa, kesederhanaan, serta karakter masyarakat Bali. Sajian itu menjadi pengantar dialog ringan namun bermakna tentang potensi pertanian dan produk lokal Bali.
“Ini kopi dan arak Bali, produk petani lokal kami. Sederhana, apa adanya, tetapi punya kualitas dan karakter yang kuat,” ujar Gubernur Koster sambil mengangkat cangkir kopi dan gelas arak bersama Dubes Slovakia.
Menurut Koster, memperkenalkan potensi Bali tidak selalu harus lewat forum formal. Nilai budaya, produk lokal, dan kearifan tradisi justru menjadi pintu masuk yang efektif untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dalam kerja sama internasional. Kopi dan arak Bali, kata dia, adalah bagian dari identitas ekonomi rakyat yang terus didorong agar dikenal di tingkat global.
Duta Besar Slovakia Tomas Ferko menyambut hangat ajakan tersebut dan mengapresiasi cara Bali memperkenalkan produk lokalnya. Ia menilai pendekatan berbasis budaya dan kearifan lokal mencerminkan kekayaan nilai yang dimiliki Bali, sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor ekonomi kreatif dan perdagangan produk unggulan.
Selain sebagai simbol persahabatan, momen tos kopi dan arak Bali juga menjadi pesan bahwa kerja sama yang dibangun Bali dengan mitra internasional berlandaskan kesetaraan, keterbukaan, dan saling menghormati. Pemprov Bali berharap, dari pertemuan sederhana namun bermakna itu, lahir kolaborasi konkret yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan petani lokal Bali.

Tinggalkan Balasan