BPD Bali Didorong Berbenah, Kantor Baru dan Tambahan Modal Jadi Fokus Pemprov
Denpasar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendorong PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali untuk membangun kantor baru guna mendukung kualitas pelayanan.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, kondisi kantor BPD Bali saat ini dinilai sudah tidak layak karena bangunannya tua, lapuk, serta tertinggal dari sisi desain dan fasilitas dibandingkan bank-bank nasional.
“Kantor yang ada sekarang sudah kadaluarsa, lama, dan fashion-nya ketinggalan jauh dibandingkan BRI, Mandiri, BCA, dan bank-bank nasional lainnya,” kata Koster.
Menurutnya, pembangunan kantor baru merupakan bagian dari program revitalisasi dan reformasi BPD Bali yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Adapun lokasi pembangunan kantor baru, akan memanfaatkan lahan milik Pemprov Bali seluas sekitar 50 are yang berada di sebelah gedung BPD Bali di kawasan Renon.
Selama ini, lahan tersebut digunakan oleh Bali Tourism Board (BTB), ASITA, dan beberapa lembaga lain dengan status pinjam pakai tanpa kontribusi ekonomi.
“Tanah di Renon itu nilainya sangat mahal. Masa digunakan gratis? Badan Anggaran DPR RI mengajarkan bahwa aset harus diberdayakan agar memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Meski demikian, Gubernur Koster mengatakan pemprov akan mencarikan tempat pengganti baru untuk BTB, ASITA dan lembaga lainya agar mereka tetap bisa beroperasi.
Di samping membangun kantor baru, Gubernur Koster juga mendorong BPD Bali untuk naik kelas dari bank daerah kategori 1, naik menjadi kategori 2. Salah satunya dengan memperkuat strutkur modal BPD Bali.
Gubernur Koster mengatakan bahwa dirinya sudah meminta kepala daerah di Bali yang notabene pemegang saham, untuk meningkatkan penyertaan modal mereka ke BPD
“Saya selalu meminta kepada para pemegang saham, bupati dan wali kota se-Bali, agar menaruh dananya di BPD Bali serta menambah penyertaannya,” ujar Koster.
Dengan tambahan modal ini, Koster mengatakan struktur permodalan BPD Bali akan kuat dan sehat. Dengan modal yang kuat ia optimistis BPD Bali dapat naik kelas menjadi bank kategori dua.
“Kita akan terus mendorong agar BPD Bali naik kelas, bukan lagi kategori satu tetapi kategori dua, dengan tingkat permodalan yang lebih tinggi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan