Denpasar – Pengelolaan usaha minuman tradisional khas Pulau Dewata “arak Bali” resmi bernaung di bawah perusahaan umum daerah (Perumda) milik Pemerintah Provinsi Bali, setelah diterbitkannya izin usaha oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Izin tersebut diserahkan oleh Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika kepada PT. Kanti Barak Sejahtera bertepatan dengan peringatan Hari Arak Bali ke-6 yang digelar di The Westin Resort Nusa Dua International Convention Center, Kamis (29/1/2026).

Pemberian izin ini bertujuan untuk memajukan industri arak Bali yang dikelola oleh lebih dari 1.472 petani dan perajin arak Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa perjalanan Arak Bali hingga mencapai titik ini bukan proses singkat. Berawal dari kebijakan strategis berupa Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, Arak Bali perlahan keluar dari ruang informal menuju industri formal yang memiliki kepastian hukum dan standar kualitas.

Baca Juga  Kadis Kominfos Bali Minta Media Netral di Tahun Politik

“Sekarang arak beredar dengan tata kelola yang jelas dan diizinkan. Ini bukan sekadar minuman, ini ekonomi kerakyatan yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Koster turut menyinggung pesatnya perkembangan industri Arak Bali dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, tercatat 58 merek Arak Bali telah berkembang dan diproduksi secara legal. Bahkan, produk Arak Bali telah menembus ruang-ruang strategis pariwisata, termasuk bandara internasional.

“Di Bandara Ngurah Rai, arak Bali menjadi best seller di outlet keberangkatan internasional. Penjualannya bisa mencapai ribuan botol per bulan, mengalahkan merek global. Ini bukti bahwa Arak Bali punya daya saing,” ungkapnya.

Terbitnya izin industri dari Kementerian Perindustrian”, disebut sebagai “kado manis” pada peringatan Hari Arak Bali ke-6. Dengan izin ini, koperasi produsen arak akan dinaungi Perumda Kertha Bali Saguna, sementara PT Kanti Barak Sejahtera dibentuk untuk mengelola produksi dan distribusi secara profesional.

Baca Juga  Agus Aksara Kembali Dipercaya Sediakan Kemeja Endek untuk WWF 2024

Skema tersebut dirancang agar pengrajin dan koperasi tidak lagi bergantung pada pembiayaan berbunga tinggi, sekaligus memperkuat UMKM Bali dari hulu hingga hilir.

“Target besar kita jelas: menjadikan Arak Bali sebagai spirit ketujuh dunia. Regulasi sudah ada, HKI sudah ada, industri sudah berizin. Tinggal kita perkuat karakter dan kualitasnya,” ujar Koster optimistis.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Bali juga akan memperkuat ekosistem bahan baku melalui penanaman kelapa genjah guna menjamin keberlanjutan produksi arak di masa depan.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Arak Bali 2026, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menegaskan bahwa peringatan tahun ini merupakan titik balik penting perjalanan Arak dan Brem Bali.

Baca Juga  Tos Arak Bali Guncang Diplomasi Budaya Dunia, Koster Tegaskan Bali Tolak Wisata Murahan

“Ini bukan sekadar perayaan, tapi forum konsolidasi dan awal lompatan bersama. Dari yang dulu informal, kini Arak Bali menjadi produk budaya yang sah, berkualitas, dan mulai diterima pasar global,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 58 merek Arak Bali yang dinaungi 18 koperasi, sebuah capaian yang tidak hanya memperkuat industri, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi pengrajin dan masyarakat desa.
Peringatan Hari Arak Bali 2026 pun menjadi penanda kuat bahwa Arak Bali telah bertransformasi: dari warisan lokal yang sempat terpinggirkan, kini melangkah mantap menuju panggung industri spirit dunia tanpa kehilangan jiwa budayanya.

 

Reporter: Yulius N