Wacanabali.com, Denpasar — Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali menghadiri sekaligus memberikan pengarahan dalam Rapat Rencana Tahunan Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Provinsi Bali Tahun 2026 yang digelar di Fourstar Hotel Denpasar, Rabu (Buda Paing Uye), 4 Februari 2026.

Rapat ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan IESR dalam mendukung agenda transisi energi yang adil dan berkelanjutan. Kehadiran Disnaker ESDM Bali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjawab tantangan krisis iklim sekaligus mendorong pembangunan rendah karbon di Bali.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali mengapresiasi kolaborasi strategis yang telah terjalin bersama IESR sejak tahun 2023. Kerja sama tersebut dinilai berperan penting dalam mendukung target Bali Net Zero Emission 2045.

Baca Juga  Dorong Transisi Energi, Disnaker Bali Lepas Peserta Jelajah Energi

“Kolaborasi dengan IESR sejak 2023 merupakan langkah strategis dalam mendukung visi Bali Net Zero Emission 2045. Ini bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang masa depan pembangunan Bali yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa transisi energi tidak semata-mata merupakan isu lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja hijau, serta peningkatan daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.

“Transisi energi harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, membuka peluang kerja hijau, dan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan agenda transisi energi sangat ditentukan oleh sinergi lintas sektor yang kuat, melibatkan pemerintah, lembaga riset, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga  PLTS Atap Diresmikan di Tiga Desa Bali, Total Kapasitas 15,37 kWp

Melalui rapat ini, para pihak juga melakukan evaluasi terhadap capaian program tahun 2025 serta menyusun rencana kerja yang lebih terarah dan terintegrasi untuk tahun 2026. Diharapkan, hasil pertemuan ini dapat memperkuat implementasi program transisi energi di Bali secara konkret dan berdampak luas.

“Kami berharap rapat ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyusun langkah nyata yang lebih terukur dalam mendukung transisi energi di Bali,” pungkasnya.