Wacana Bali.com, Jembrana – Dalam rangka mempererat komunikasi dan menjaga kondusivitas kamtibmas menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, melaksanakan kegiatan Jumat Curhat bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jembrana, Jumat (6/2/26).

Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun ini sangat berdekatan. Hal ini di sikapi oleh aparat keamanan di Bali, termasuk Polres Jembrana. Kapolres Jembrana menyampaikan kegiatan ini menjadi sarana strategis Polri untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi dengan tokoh dan organisasi keagamaan.

“Kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi yang selama ini sudah terjalin dengan baik, sekaligus membahas langkah-langkah antisipatif terkait perayaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri, agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkap AKBP Kadek Citra

Baca Juga  Kapolda Bali Tinjau Pengamanan Nataru di Pelabuhan Gilimanuk

Kapolres juga menekankan pentingnya peran PHDI dalam menjaga situasi kamtibmas, termasuk melalui sosialisasi penggunaan dupa secara aman guna mencegah potensi kebakaran serta dukungan terhadap terbitnya seruan bersama lintas instansi. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Jembrana I Wayan Windra menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kapolres Jembrana beserta jajaran. Ia menjelaskan bahwa meskipun seruan resmi terkait Nyepi 2026 masih menunggu dari pemerintah dan PHDI Provinsi Bali, pelaksanaan Nyepi tetap berlandaskan pada Catur Brata Penyepian sebagaimana berlaku di seluruh Bali.

“Terkait Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan FKUB agar pelaksanaannya berjalan harmonis. Kami juga sepakat pentingnya pengendalian penggunaan media sosial selama Nyepi untuk menghindari potensi gesekan di ruang digital,” jelasnya.

Baca Juga  Kapolres Pantau Gudang Logistik KPUD Jembrana, Pastikan Pelipatan "Susu" Aman

PHDI Kabupaten Jembrana juga menekankan pentingnya dialog lintas umat beragama, mengingat karakteristik wilayah Jembrana yang heterogen. Diskusi intensif dengan unsur keagamaan lain, termasuk MUI, dinilai penting guna memastikan perayaan kedua hari besar keagamaan tersebut berlangsung dengan saling menghormati dan tanpa gangguan kamtibmas.