Temui Menteri Bappenas, Koster Dorong Percepatan Tol Gilimanuk–Mengwi
Wacanabali.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster melobi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk memastikan kelanjutan pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi. Kepastian proyek strategis tersebut dinilai penting untuk mendukung konektivitas dan mengurai kemacetan di Bali.
Lobi dilakukan saat pertemuan di Gedung Jayasabha, Rabu (11/2/2026). Dalam kesempatan itu, Koster menegaskan proyek tol sepanjang hampir 97 kilometer tersebut sangat dibutuhkan sebagai solusi jangka panjang terhadap kepadatan lalu lintas di jalur utama Bali.
“Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan,” tegas Koster.
Selain tol, Koster juga menyampaikan strategi mengurangi beban angkutan logistik di jalur darat. Ia mengusulkan peningkatan kapasitas pelabuhan di Bali bagian utara dan timur agar distribusi barang bisa dialihkan melalui jalur laut.
Menurutnya, penguatan pelabuhan Celukan Bawang, Amed, dan Kusamba akan memungkinkan kendaraan logistik dari Ketapang langsung masuk melalui jalur alternatif. Langkah ini dinilai efektif menekan volume kendaraan berat di jalan nasional.
“Jika pelabuhan ini diperkuat, kendaraan logistik tidak perlu lagi melintasi jalur darat yang padat. Ini akan mengurai kemacetan yang sering terjadi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pambudy menegaskan pemerintah pusat memandang Bali sebagai etalase Indonesia sehingga pembangunan infrastrukturnya menjadi prioritas nasional.
“Bali ini ibarat cermin Indonesia. Mau bagus atau tidaknya Indonesia, salah satunya terlihat dari Bali,” kata Pambudy.
Ia menyatakan Kementerian PPN/Bappenas akan memprioritaskan pengembangan infrastruktur Bali secara terpadu, mencakup transportasi darat, laut, udara, hingga infrastruktur digital.
“Bukan hanya darat dan laut, udara juga. Termasuk infrastruktur digitalisasi yang harus dipercepat,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, dalam pertemuan tersebut Pambudy langsung menghubungi sejumlah menteri terkait untuk membahas percepatan tindak lanjut rencana pembangunan infrastruktur strategis di Bali.

Tinggalkan Balasan