Mendikdasmen Abdul Mu’ti Buka Pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan di SMK Negeri 3 Singaraja
Wacanabali.com, Buleleng – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, membuka secara resmi kegiatan pelatihan bagi guru kejuruan di SMK Negeri 3 Singaraja, Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, serta jajaran pemangku kepentingan pendidikan vokasi di Bali.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPPMPV ini meliputi program upskilling dan reskilling guru kejuruan berstandar industri, serta pelatihan guru mata pelajaran kejuruan Bahasa Inggris dan Matematika. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru vokasi menjadi kunci utama dalam mencetak lulusan SMK yang kompetitif dan siap kerja. “Guru kejuruan harus terus memperbarui kompetensinya sesuai standar industri. Dengan begitu, lulusan SMK mampu bersaing dan menjawab tantangan dunia kerja yang dinamis,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan dasar seperti literasi dan numerasi. “Bahasa Inggris dan Matematika menjadi fondasi penting bagi siswa SMK untuk meningkatkan daya saing global. Karena itu, pelatihan ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” kata Abdul Mu’ti.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan pendidikan vokasi di Bali. “Kami berkomitmen mendorong peningkatan kualitas guru dan sarana pembelajaran agar SMK di Bali semakin adaptif terhadap kebutuhan industri,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan. Dengan peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan, pendidikan vokasi di Bali diyakini mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan