Mahasiswa Universitas Udayana Evaluasi Setahun Koster–Giri Lewat Dialog Terbuka
Wacanabali.com, Denpasar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana menggelar dialog terbuka dalam rangka mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Forum bertajuk Sang Pewahyu Rakyat dengan tema “Menelisik Bali dalam Dua Dunia: Antara Etika dan Kapitalistiknya ini, digelar di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana, Rabu (18/2/2026).
Forum ini diselenggarakan sebagai ruang evaluasi sekaligus kritik konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah, mulai dari isu lingkungan, ekonomi, hingga pelayanan publik dalam satu tahun kepemimpinan Koster-Giri Prasta.
Dalam sambutannya, Ketua BEM UNUD
I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa menyampaikan sejumlah isu yang menjadi sorotan dalam dialog terbuka tersebut, di antaranya persoalan lingkungan seperti penanganan sampah dan alih fungsi lahan.
Selain itu, ia juga menyinggung tata kelola pariwisata Bali yang belakangan dinilai mulai bergeser dari prinsip pariwisata budaya Bali, serta persoalan di sektor pendidikan yang dianggap belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
“Kami percaya kepemimpinan yang itu lahir dari interaktif seperti ini. Kepemimpinan baik itu lahir dari gagasan-gagasan kritis yang kemudian kita sama membakukan itu untuk bisa menemukan satu solusi yang baik bagi masyarakat Bali dan juga Negara Republik Indonesia,” katanya.
Dialog kemudian berlanjut dengan paparan Gubernur Bali, Wayan Koster, mengenai arah pembangunan Bali dalam lima tahun kepemimpinannya ke depan.
Dalam pemaparannya, Koster menguraikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi Bali, mulai dari kemacetan, persoalan lingkungan seperti sampah dan alih fungsi lahan, hingga ketimpangan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan.
Ia menegaskan bahwa dalam Haluan Pembangunam Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru, telah disusun konsep komprehensif untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi Bali saat ini sekaligus mengantisipasi tantangan di masa mendatang.
Menurutnya, gagasan tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 tahun Bali Era Baru untuk menciptakan Bali yang mandiri, berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada kearifan lokal.
Pembangunan tersebut mengusung pola semesta berencana yang terintegrasi (Satu Pulau, Satu Pola, Satu Tata Kelola) berdasarkan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
“Apakah yang dipakai untuk menjaga Bali dan pembangunan Bali kedepan hingga 100 tahun kedepan yaitu adalah Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru,” jelas Koster.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dari tiga panelis yakni; I Wayan Arma Surya Darmaputra- Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Udayana, I Putu Sudiarta- Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana dan Panelis III Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa- Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana.
Reporter: Yulius N

Tinggalkan Balasan