Wacanabali.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Dewan Pengurus Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali bersama-sama merawat ekosistem pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat pelantikan dan pengukuhan DPW NCPI Bali periode 2025–2030 di Bali International Hospital, Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Rabu (18/2/2026).

Koster menegaskan sektor pariwisata memiliki kontribusi dominan terhadap ekonomi Bali sehingga harus dijaga secara berkelanjutan. “Jangan main-main dengan Bali. Pulau ini kecil, penduduknya sedikit, tetapi kontribusinya besar. Pariwisata menyumbang sekitar 66 persen ekonomi Bali, karena itu harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu kompak menjaga keberlanjutan pariwisata, termasuk melalui penguatan infrastruktur. Ia mengungkapkan tengah intens berkoordinasi dengan sejumlah kementerian di Jakarta guna mempercepat pembangunan strategis di Bali. “Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur Bali diprioritaskan,” ujarnya.

Baca Juga  Nyaris Gagal, Upaya Koster Perjuangkan Perda No 4 Tahun 2019 untuk Benteng Desa Adat

Berdasarkan data 2024, devisa dari Bali mencapai Rp167 triliun dari total devisa nasional Rp312 triliun atau sekitar 53,6 persen. Namun, Koster menilai pembangunan infrastruktur melalui APBN masih bersifat normatif dan belum sepenuhnya memperhitungkan kebutuhan spesifik daerah. “Belum ada rumusan yang benar-benar memperhatikan karakter daerah seperti Bali,” katanya.

Ia menegaskan Bali berkembang menjadi destinasi wisata dunia secara alami dan berkontribusi besar terhadap nasional. Karena itu, pemerintah pusat diharapkan tidak membiarkan Bali menghadapi tantangan pembangunan sendiri. “Bali tidak mampu membangun infrastruktur skala besar hanya dengan APBD, perlu dukungan pusat,” tegas Koster.

Selain infrastruktur, Koster juga menyoroti tingginya alih fungsi lahan yang mencapai 600–700 hektare per tahun. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam ketahanan pangan dan keberlangsungan sistem subak. “Jika tidak dikendalikan, alih fungsi lahan akan menggerus sumber pangan dan subak kita. Saya tidak ingin Bali bergantung pada pasokan luar,” ujarnya.

Baca Juga  Turyapada Tower Murni Gagasan Visioner Wayan Koster untuk Bali Utara

Sementara itu, Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha menilai infrastruktur memadai menjadi kunci keberlanjutan pariwisata. Ia menyebut kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 mencapai 7,05 juta orang dan berpotensi meningkat jika didukung fasilitas yang lebih baik. “Kami ingin menyatukan visi pelaku pariwisata dan pemerintah agar pembangunan infrastruktur bisa didorong bersama,” katanya.

Menurutnya, melalui Bali Economic Investment Forum 2026, NCPI Bali berupaya memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan organisasi di bawah Kadin. Forum tersebut diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar strategis Bali di tingkat nasional. “Kita ingin bergerak hand in hand seluruh stakeholder untuk memperkuat daya saing Bali,” tandasnya.