Koster Paparkan Arah Baru Pariwisata Bali di Hadapan Dubes AS
Wacanabali.com, Denpasar – Wayan Koster menerima kunjungan resmi Peter Mark Haymond di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (24/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster memaparkan tata kelola pariwisata Bali sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di sektor pariwisata.
Gubernur Koster menyampaikan bahwa wisatawan asal Amerika Serikat menempati peringkat ketujuh terbanyak yang berkunjung ke Bali setiap tahun. Menurutnya, tingginya kunjungan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga mencerminkan eratnya hubungan kedua negara. “Sebagai Gubernur, saya berkepentingan menjaga hubungan baik ini demi kepentingan rakyat Bali,” ujar Koster.
Ia menjelaskan, Bali merupakan pulau kecil dengan luas sekitar 0,1 persen dari total wilayah Indonesia dan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa atau 1,6 persen dari populasi nasional. Meski demikian, Bali memiliki kekuatan budaya yang tumbuh dan terjaga di lebih dari 1.500 desa adat yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Menurut Koster, kebudayaan, tradisi, serta ritual keagamaan yang hidup di tengah masyarakat menjadi daya tarik utama yang menjadikan Bali sebagai destinasi wisata dunia. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,1 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.
Sektor pariwisata, lanjutnya, menopang sekitar 66 persen perekonomian Bali. Saat pandemi Covid-19 melanda, ekonomi Bali sempat terkontraksi hingga minus 9,3 persen akibat terpuruknya sektor ini. Namun kini Bali telah bangkit dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,82 persen, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan berada di peringkat kelima nasional.
Pendapatan per kapita Bali tercatat sebesar Rp72,66 juta dengan tingkat kemiskinan 1,45 persen, termasuk yang terendah di Indonesia. Meski demikian, Koster mengakui keberhasilan Bali sebagai destinasi global juga memunculkan tantangan, mulai dari persoalan sampah, kemacetan, keamanan, wisatawan asing bermasalah, hingga kasus narkotika dan alih fungsi lahan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali tengah menjalankan arah pembangunan Bali 100 tahun ke depan dengan menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama. Penguatan desa adat menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kelestarian budaya.
Selain itu, Pemprov Bali mengembangkan pengolahan sampah berbasis energi listrik serta membangun infrastruktur secara besar-besaran dalam lima tahun ke depan guna mengurai kemacetan. Pemerintah juga mengembangkan transportasi modern yang ramah lingkungan sebagai bagian dari transformasi sistem mobilitas di Bali.
Gubernur Koster menegaskan, regulasi tata kelola pariwisata berkualitas terus disiapkan untuk mengendalikan jumlah wisatawan asing dan memastikan wisatawan yang datang menghormati budaya Bali. Kebijakan pungutan wisatawan asing sebesar Rp150 ribu per kunjungan juga diterapkan sebagai kontribusi langsung bagi pelestarian alam dan budaya. “Ke depan, pariwisata Bali akan kami tata semakin kuat agar berjalan berkualitas, bermartabat, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dubes Haymond menyampaikan rencana pembukaan kantor konsulat Amerika Serikat di Bali guna meningkatkan layanan bagi warga negaranya. Ia menyebut sekitar 270 ribu warga Amerika berkunjung ke Bali tahun lalu, dan 80 persen wisatawan Amerika yang datang ke Indonesia memilih Bali sebagai destinasi utama.
“Kami melihat Bali sebagai destinasi yang sangat penting bagi warga Amerika. Karena itu, kami menyiapkan tambahan personel untuk memperkuat layanan, termasuk penanganan keadaan darurat,” ujar Haymond. Ia menegaskan mayoritas wisatawan Amerika yang datang merupakan wisatawan patuh hukum dan berkualitas.
Namun demikian, Haymond mengakui adanya tantangan global berupa kejahatan penipuan atau scam yang marak di kawasan Asia Tenggara. Ia mencontohkan negara seperti Thailand, Laos, Myanmar, dan Kamboja yang menjadi pusat penipuan lintas negara, dengan kerugian warga Amerika mencapai 10 miliar dolar AS pada tahun lalu.
Menurutnya, Indonesia juga menghadapi ancaman serupa, termasuk pusat penipuan yang menyasar negara berbahasa Indonesia. Karena itu, Pemerintah Amerika Serikat terus memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk memberantas kejahatan tersebut, terutama di kawasan destinasi wisata.

Tinggalkan Balasan