Wacanabali.com, DENPASAR – Penutupan Bulan Bahasa Bali VIII menjadi momentum refleksi sekaligus apresiasi bagi upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali pada tahun-tahun mendatang harus semakin kreatif, inovatif, dan mampu melibatkan generasi muda secara lebih luas.

Menurut Koster, kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat keberlanjutan bahasa dan aksara Bali di tengah perkembangan zaman. Ia menilai peran generasi muda sangat penting agar bahasa daerah tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern.

“Bulan Bahasa Bali ke depan harus lebih kreatif dan inovatif. Kita ingin anak-anak muda semakin tertarik menggunakan bahasa dan aksara Bali dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Koster saat memberikan sambutan pada acara penutupan.

Baca Juga  Koster Angkat Bicara Soal Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Unud: Harus Diidentifikasi!

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan teknologi dalam upaya pelestarian aksara Bali. Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, berencana membagikan perangkat keyboard aksara Bali ke sekolah-sekolah agar siswa dapat lebih mudah mempelajari dan menggunakan aksara Bali dalam aktivitas digital.

“Kita siapkan keyboard aksara Bali untuk sekolah-sekolah agar penggunaannya makin paten dan menjadi bagian dari kebiasaan generasi muda,” tegasnya.

Selain itu, penutupan Bulan Bahasa Bali VIII juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba serta penerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama atas kontribusi mereka dalam menjaga dan mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Bali.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan tema Bulan Bahasa Bali IX tahun 2027 yakni “Wana Kerthi Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh.” Tema ini mencerminkan semangat menjaga keharmonisan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Bali melalui pelestarian bahasa dan sastra daerah.

Baca Juga  Pansus TRAP DPRD Bali Desak Aparat Usut Dugaan Pidana Proyek Lift Kaca

Koster berharap semangat yang terbangun dalam Bulan Bahasa Bali dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga bahasa dan aksara Bali tetap lestari sebagai identitas budaya masyarakat Pulau Dewata.