Wacanabali.com, Denpasar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali (BPBD Bali) mendorong penguatan kesiapsiagaan bencana pada kawasan objek vital nasional melalui Lokakarya Perencanaan Strategis Pengembangan Indikator Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana (SKB). Kegiatan yang digelar di Denpasar pada Selasa (3/3/2026) ini menjadi langkah konkret untuk mengintegrasikan upaya pengurangan risiko bencana ke dalam sistem pengamanan objek vital di Bali.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, I Gede Teja, menegaskan bahwa objek vital merupakan sektor strategis yang harus diprioritaskan perlindungannya dari berbagai potensi bencana. Menurutnya, meningkatnya risiko bencana menuntut setiap pengelola objek vital memiliki sistem mitigasi dan kesiapsiagaan yang kuat serta terintegrasi.

“Objek vital memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pelayanan publik dan aktivitas ekonomi. Karena itu, aspek mitigasi dan kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari audit sistem keamanan melalui indikator SKB yang aplikatif dan terukur,” ujar I Gede Teja.

Baca Juga  Kasus Paman Kuras Tabungan, Polda Bali Telusuri Motif HG

Ia menjelaskan, indikator SKB yang dirumuskan diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam standar operasional prosedur (SOP) serta mekanisme pengamanan yang berjalan di lapangan. Dengan demikian, sistem keamanan objek vital juga mampu merespons potensi bencana secara cepat dan efektif.

Lokakarya tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepolisian Daerah Bali melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Bali, BPBD kabupaten/kota, asesor, serta tim verifikator. Diskusi dipandu oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Bali.

Dalam forum tersebut, peserta membahas identifikasi kawasan objek vital di Bali serta merumuskan indikator Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana. Indikator ini dirancang untuk memastikan aspek kesiapsiagaan bencana dapat terintegrasi secara sistematis ke dalam sistem pengamanan objek vital.

Baca Juga  Sopir Taxi Terduga Pelaku Pemerasan WNA Berhasil Dibekuk

Melalui penguatan ini, BPBD Bali berharap kawasan strategis di Pulau Dewata semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Bali yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.