Wagub Giri Prasta Ngayah pada Rangkaian Karya di Pura Puseh Desa Adat Kuta
Wacanabali.com, Badung – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus ngayah dalam rangkaian upacara suci Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas di Pura Puseh Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (6/3/2026). Kehadiran pemerintah dalam kegiatan adat tersebut menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian tradisi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat.
Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan pembangunan parahyangan. Menurutnya, dukungan pemerintah diharapkan dapat membantu meringankan beban krama adat sehingga masyarakat dapat lebih fokus menjalankan kewajiban ngayah dengan penuh ketulusan.
“Pemerintah harus hadir untuk meringankan beban masyarakat dalam pembangunan parahyangan. Dengan demikian, krama bisa lebih fokus menjalankan ngayah dengan tulus,” ujar Giri Prasta.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian nilai-nilai adat serta budaya Bali. Kawasan Kuta yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata dunia dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Kabupaten Badung.
“Kuta adalah dapur perekonomian Badung. Karena itu, keberadaan pariwisata di sini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakatnya sendiri,” tegasnya.
Rangkaian upacara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta yang bersama Wakil Gubernur Bali turut mengikuti prosesi mendem pedagingan serta penandatanganan prasasti sebagai bagian dari tahapan pembangunan dan penyucian pura.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan adat tersebut mendapat sambutan hangat dari krama Desa Adat Kuta. Masyarakat menilai sinergi antara pemerintah dan desa adat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan dalam pembangunan daerah.
Rangkaian karya di Pura Puseh Desa Adat Kuta akan berlanjut hingga puncak upacara Karya Ngenteg Linggih yang dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026. Upacara ini menjadi momentum sakral bagi masyarakat adat Kuta dalam memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh krama.

Tinggalkan Balasan