Wacanabali.com, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali memprediksi puncak arus mudik keluar Pulau Bali menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026 akan terjadi pada 17 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat, pemerintah telah melakukan koordinasi lintas sektor serta memastikan kesiapan sarana transportasi yang akan digunakan para pemudik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, menjelaskan bahwa pergerakan arus mudik keluar Bali diperkirakan mulai meningkat sejak 13 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 Maret 2026 atau sehari sebelum malam Pengerupukan yang merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, ketika Nyepi dan Lebaran waktunya berdekatan, puncak arus mudik biasanya terjadi sebelum malam pengerupukan. Tahun ini kami perkirakan jatuh pada 17 Maret,” ujar Mudarta saat ditemui di Denpasar, Senin (9/3/2026).

Baca Juga  Uji Coba Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Digelar Besok

Selain arus mudik, Dishub Bali juga memperkirakan arus balik masyarakat menuju Bali akan terjadi pada 25 hingga 28 Maret 2026. Periode tersebut diprediksi menjadi waktu kembalinya masyarakat setelah masa libur berakhir dan aktivitas kerja kembali berjalan normal.

Mudarta mengungkapkan, pada periode mudik Lebaran tahun ini diperkirakan sekitar 365 ribu kendaraan akan keluar dari Pulau Bali dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 2,4 juta orang. Pergerakan tersebut diperkirakan akan melalui berbagai pintu keluar Bali, baik melalui jalur udara maupun pelabuhan.

“Sebagian pemudik akan menggunakan transportasi udara melalui bandara, dan sebagian lainnya melalui pelabuhan seperti Gilimanuk, Padang Bai, dan Benoa,” jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Dishub Bali telah melakukan koordinasi lintas sektor bersama aparat kepolisian dan TNI. Dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama periode mudik, Dishub akan menurunkan sekitar 200 personel yang disiagakan di berbagai titik strategis.

Baca Juga  Pemprov Bali Pastikan Proyek Terminal LNG Sidakarya Tetap Berlanjut

Para personel tersebut akan bertugas melakukan patroli, membantu operasional posko mudik, serta memantau kondisi lalu lintas secara langsung melalui pusat kendali lalu lintas atau CC Room. Langkah ini dilakukan guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali selama masa mudik.

Selain itu, Dishub juga menyiapkan berbagai moda transportasi umum untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat. Armada yang disiapkan meliputi 208 unit angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), 389 unit angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), 1.020 unit angkutan pariwisata, serta 19 unit angkutan antar jemput dalam provinsi (AJDP).

Untuk menjamin keselamatan penumpang, Dishub Bali juga melakukan ramp check atau pemeriksaan kelayakan terhadap armada angkutan umum. Kendaraan yang telah dinyatakan memenuhi standar keselamatan akan diberikan stiker khusus sebagai tanda resmi kendaraan layak operasi selama masa angkutan Lebaran.

Baca Juga  Denpasar Gratiskan Biaya Uji KIR

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan angkutan yang sudah menjalani ramp check, memiliki stiker resmi, serta berizin sehingga perjalanan lebih aman dan nyaman,” tegas Mudarta.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang berencana mudik agar melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan pada puncak arus mudik. Dengan demikian, perjalanan dapat berlangsung lebih lancar dan risiko kemacetan dapat diminimalkan.