Polda Bali Rajut Harmoni Kamtibmas Bersama Mahasiswa dan Elemen Kepemudaan dalam Hangat Ramadhan
Wacanabali.com, Denpasar – Suasana kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Provinsi Bali, Jumat (13/3/2026). Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat sinergi lintas elemen masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Bali.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Trengguli, Penatih, Kota Denpasar ini dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus, organisasi kepemudaan, serta unsur kepolisian. Pertemuan tersebut menjadi ajang membangun komunikasi yang lebih terbuka antara generasi muda dan aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan damai.
Ketua Umum Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Provinsi Bali, I Ketut Udi Prayudi, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dan pemuda sangat penting dalam merawat persatuan serta menciptakan suasana kondusif di tengah dinamika masyarakat.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Bali turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional, Universitas Warmadewa, hingga Institut Seni Indonesia Denpasar.
Selain itu, perwakilan organisasi Cipayung Plus Bali juga berpartisipasi, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, serta Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan lintas kelompok.
Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta menjelang waktu berbuka puasa, dilanjutkan sambutan, tausiyah, dan doa bersama. Setelah berbuka, peserta mengikuti prosesi simbolis melempar koin ke Kolam Kebangsaan sebagai wujud harapan akan persatuan dan harmoni di tengah keberagaman.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mencerminkan semangat kebersamaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga malam hari dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan di antara peserta yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan menghindari provokasi yang berpotensi memicu konflik sosial. Mahasiswa dan organisasi kepemudaan dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai kebangsaan di masyarakat.
Momentum Ramadan ini diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara kepolisian, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan. Dengan kolaborasi yang kuat, stabilitas kamtibmas di Bali diharapkan tetap terjaga sehingga kehidupan sosial masyarakat dapat berlangsung aman, damai, dan harmonis.

Tinggalkan Balasan