Gubernur Wayan Koster Dukung CHANDI Summit 2026 di Bali, Perkuat Diplomasi Budaya di Panggung Dunia
Wacanabali.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung penuh penyelenggaraan CHANDI Summit (Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy and Innovation) 2026 yang digagas Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Forum budaya internasional tersebut direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, sebagai ajang memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Bambang Wibawarta di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (16/3/2026). Pertemuan tersebut membahas kerangka kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali guna memastikan kesiapan penyelenggaraan forum budaya berskala internasional tersebut.
Dalam pertemuan itu, Bambang Wibawarta menyampaikan salam hormat dari Menteri Kebudayaan RI sekaligus memaparkan rencana pelaksanaan CHANDI Summit tahun ini. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Bali menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi salah satu alasan utama forum tersebut kembali digelar di Pulau Dewata.
“Tahun lalu, konferensi ini dihadiri delegasi dari lebih dari 43 negara dengan total sekitar 5.000 peserta. Bahkan siaran tunda kegiatan tersebut disaksikan lebih dari empat juta penonton di berbagai platform,” ujar Bambang Wibawarta. Ia menilai Bali memiliki kekuatan budaya yang mampu menghadirkan pengalaman diplomasi budaya yang autentik bagi para peserta internasional.
CHANDI Summit 2026 akan menghadirkan berbagai agenda diplomasi budaya, mulai dari welcoming dinner bagi delegasi negara peserta, sarasehan, diskusi tematik, hingga pertukaran narasi kebudayaan antarnegara. Tahun ini forum tersebut mengusung tema “Culture in Action”, yang menekankan implementasi nyata nilai-nilai budaya dalam dinamika kehidupan global.
Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Wayan Koster menekankan pentingnya penyusunan kerangka acuan kerja sama yang jelas antara kementerian dan pemerintah daerah. Ia menyatakan Bali siap memberikan dukungan penuh, terutama dalam menghadirkan nuansa budaya yang kuat pada setiap rangkaian acara.
“Kita bisa mendukung dekorasi untuk welcoming dinner dan acara inti dengan menghadirkan tari dan gamelan Bali. Bahkan dapat disiapkan fragmen tari yang mengimplementasikan tema besar CHANDI Summit. Nuansa budaya harus kuat,” tegas Koster.
Ia juga membuka peluang pelibatan seniman lokal untuk menampilkan karya-karya kreatif dan berkarakter khas Bali. Menurutnya, instalasi bertema ogoh-ogoh juga dapat dihadirkan sebagai representasi kreativitas budaya Bali yang dinamis dan inovatif.
Koster menilai kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun daerah berbasis penguatan kebudayaan. Ia menegaskan bahwa budaya Bali tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat dengan tingkat partisipasi warga yang tinggi, termasuk dari kalangan generasi muda.
“Regenerasi pelaku budaya di Bali berjalan sangat baik. Anak-anak muda terus terlibat dalam kegiatan seni, tradisi, dan upacara adat, sehingga budaya Bali tetap terjaga sekaligus berkembang mengikuti zaman,” ujarnya.
Lebih jauh, Koster menilai gagasan Presiden pertama RI Soekarno tentang pentingnya bangsa Indonesia “berkepribadian dalam kebudayaan” tetap relevan hingga saat ini. Nilai tersebut menjadi landasan strategis dalam menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat posisi Bali dalam diplomasi budaya dunia.

Tinggalkan Balasan