Wacanabali.com, Buleleng – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung dampak banjir yang melanda wilayah Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/3). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah provinsi memastikan percepatan pemulihan pascabencana dengan menyalurkan bantuan senilai Rp1,26 miliar bagi masyarakat terdampak.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SDN 5 Banjar yang sempat terdampak banjir sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Gubernur Koster menegaskan bahwa pemulihan kegiatan pendidikan menjadi prioritas utama agar siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secepatnya.

“Sekolah harus segera pulih agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal kembali. Kebutuhan mendesak seperti buku, meja, dan papan tulis akan segera dipenuhi,” ujar Wayan Koster saat meninjau lokasi sekolah yang terdampak banjir.

Baca Juga  Di Bawah Cahaya Imlek, Koster Ajak Perkuat Persahabatan Bali–Tiongkok

Untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan, kebutuhan mendesak di sekolah tersebut akan dibantu melalui dana gotong royong aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak terlalu lama terhenti akibat dampak bencana.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terulang. Salah satunya melalui rencana pembangunan gedung sekolah bertingkat di SDN 5 Banjar serta normalisasi sungai yang akan dikoordinasikan dengan Balai Wilayah Sungai.

Di sisi lain, Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp1,26 miliar kepada 50 penerima manfaat. Bantuan tersebut meliputi perbaikan 31 unit rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan akibat banjir.

Baca Juga  Sertijab Bupati Klungkung, Gubernur Koster: Harmoni Pembangunan Jadi Prioritas!

Selain itu, bantuan juga diberikan untuk pemulihan fasilitas umum seperti instalasi air bersih di 12 titik serta perbaikan tempat suci yang terdampak bencana. Dukungan juga diberikan untuk pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk perbaikan sarana usaha seperti kandang ternak.

Pemerintah provinsi juga menyalurkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana tersebut. Koster menegaskan bahwa proses pendataan penerima bantuan harus dilakukan secara cermat agar seluruh masyarakat terdampak dapat memperoleh bantuan secara adil.

“Pendataan harus dilakukan secara detail agar tidak ada masyarakat yang terdampak banjir tetapi terlewat menerima bantuan,” tegas Wayan Koster.

Melalui berbagai langkah pemulihan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berharap kehidupan masyarakat di wilayah terdampak banjir dapat segera pulih dan aktivitas sosial maupun ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Baca Juga  Pemprov Bali Perkuat Program Satu Keluarga Satu Sarjana untuk Tahun 2026