Cegah Lonjakan Campak, Dinkes Bali Sediakan Vaksinasi di Posko Mudik Lebaran
Wacanabali.com, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali menyediakan layanan vaksinasi campak di sejumlah titik pos kesehatan selama periode mudik Lebaran. Langkah tersebut dalam rangka menekan penyebaran campak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan terjadi peningkatan kasus campak di Pulau Dewata pada tahun 2025.
Ia mengatakan dari jumlah kasus suspek campak sebanyak 659 kasus, terdapat 109 kasus positif campak. Angka tersebut naik dibandingkan 13 kasus positif campak pada tahun 2024.
Adapun periode Januari hingga Maret 2026, tercatat 90 kasus suspek campak yang telah diambil spesimennya, namun belum ditemukan kasus positif.
“Ini menjadi kewaspadaan kami,” terang Raka Susanti saat ditemui di Kantor Disnakes Bali, Selasa (17/03/2026).
Lebih lanjut, ia mengatakan dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran, Dinkes Bali telah melakukan komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan layanan vaksinasi campak di pos kesehatan, terutama di pos kesehatan yang ada di pelabuhan.
“Itu ada di Buleleng, Celukan Bawang, Gilimanuk, dan di Karangasem,” terangnya.
Ia mengatakan nantinya di pos kesehatan tersebut, Dinkes akan menyiapkan vaksinasi campak baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang, sebelum dan sesudah Lebaran.
Ia mengatakan pelayanan vaksinasi difokuskan pada anak usia hingga 59 bulan. Petugas akan melakukan wawancara kepada orang tua terkait kelengkapan imunisasi anak.
“Jika belum lengkap, vaksinasi dapat langsung diberikan di pos kesehatan tersebut, setelah itu baru diizinkan menyeberang atau masuk,” terangnya.
Raka Susanti menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Oleh karena itu, peningkatan cakupan imunisasi menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit ini.
Namun demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait pemahaman dan keyakinan sebagian masyarakat terhadap imunisasi.
“Mobilitas tinggi dan adanya persepsi tertentu dari orang tua, seperti isu halal-haram, menjadi tantangan dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Bali,” tandasnya.
Raka Susanti menjelaskan campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan gejala utama demam dan munculnya ruam kemerahan pada tubuh.
Kelompok yang paling rentan terinfeksi adalah anak-anak, terutama balita, serta lansia atau individu dengan penyakit penyerta yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.

Tinggalkan Balasan