Jembrana – Nahas sebanyak 12 orang Desa Budeng, Jembrana, dilaporkan tersambar petir saat memanen semangka di Banjar Delod Pangkung, Subak Kawis, Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Sabtu (27/1/24).

Sariani menuturkan saat kejadian bahwa sekira pukul 13.30 Wita para pekerja sampai di lokasi panen semangka berjumlah 13 pekerja. Pada saat sampai para pekerja langsung melakukan pemanenan semangka sebanyak 5 petak sawah.

“Namun sekira pukul 14.30 Wita terjadi hujan gerimis sehingga yang terpanen baru 3 petak dan pekerja berinisiatif untuk mencari tempat berteduh, dimana 12 orang berteduh di bawah gubuk yang berada di tengah sawah dan 1 orang berteduh di rumah warga yang berada di sebelah timur sawah yang berjarak sekitar 25 meter,” ungkapnya.

Baca Juga  Terlilit Utang, RSUD Negara Dapat Perhatian Serius Bupati Jembrana

Dia juga menjelaskan sekira pukul 15.00 Wita saat hujan mulai lebat, korban tidak mengetahui kejadian secara pasti karena disaat tersadar korban dan rekan-rekannya yang berjumlah 11 orang terpental beberapa meter di seputaran gubuk sementara 1 orang lainnya masih berada di atas gubuk.

Menurut keterangan korban, bahwa ketika tersadar merasakan seluruh badan kaku dan tidak bisa digerakan serta melihat seluruh rekan-rekannya dalam keadaan tidak sadarkan diri di seputaran gubuk. Setelah korban dapat bergerak, korban langsung mengambil posisi duduk dan melambaikan tangan ke arah saya yang berada di mobil yang berada tidak jauh dari TKP.

Kapolsek Jembrana, IPDA Richard Damianus Pengan membenarkan terkait peristiwa adanya 12 orang warga yang tersambar petir saat panen semangka di sana. Para korban sudah dibawa ke RSUD Negara untuk mendapat penanganan medis.

Baca Juga  Mayat Terdampar di Pantai Penginuman, Ternyata Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

“Hingga belasan orang itu sudah dilarikan ke rumah sakit. Salah satunya Ni Wayan Suriati Lingkungan Bilugpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo dinyatakan meninggal dunia dan I Ketut Wiasa (60) tahun alamat yang sama Lingkungan Bilugpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo dalam kondisi kritis,” katanya.

Richard jelaskan sementara yang mengalami luka berat Ni Komang Ayu Sri Suparmi (39) tahun dari Lingkungan Banjar Anyar Tembles, Kelurahan Penyaringan Kecamatan Mendoyo. Dan Ni Nyoman Ratni (60) tahun berasal Lingkungan Bilugpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo. Dan dalam 8 mengalami luka ringan dalam perawatan rumah sakit.

Reporter: Yusuf Mudatsir