Denpasar – Insan pers harus terus berbenah, meningkatkan kapasitas diri, dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali Budiharjo sebagai refleksinya terhadap peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day 2024.

“Jadi sebetulnya menurut saya insan pers itu sendiri harus introspeksi dengan cara mematuhi koridor yang ada terutama tentang Undang-Undang Pers, kode etik jurnalistik, dan peraturan-peraturan Dewan Pers mengenai operasional-operasional daripada media pers itu sendiri,” terangnya kepada Wacanabali.com, Jumat (5/4/24).

Baginya, arus peradaban memberikan tantangan-tantangan baru bagi wartawan. Sehingga, untuk mengarungi dunia jurnalistik selalu diperlukan kualitas literasi yang mumpuni.

Baca Juga  UKW Dewan Pers, 38 Wartawan Berkompeten Lahir di Bali

“Wartawan harus meningkatkan kapasitasnya sendiri dalam segala hal karena dengan kemajuan teknologi wartawan dituntut multitalenta,” sambung wartawan senior ini.

Ia berharap, rendahnya minat baca Indonesia secara umum dapat menjadi refleksi pribadi bagi insan pers untuk meningkatkan minat baca. Dengan demikian, khususnya wartawan dapat bertanggung jawab terhadap karya jurnalistiknya.

“Kita ini biasanya lemah membaca. Membaca akan meningkatkan sense of use kita terhadap kepekaan sosial. Harus mengisi diri terus-menerus dan ini tidak ada batasan usianya.” tandasnya.

Reporter: Komang Ari